Orang Tua Ribut Anaknya Divaksin Polio, Pemerintah Distrik Kwamki Narama Turun Mediasi
Sekretaris Distrik Kwamki Narama, Yahya Pagesa memediasi pihak terkait atas keributan saat PIN Polio. Foto: Istimewa
Sekretaris Distrik Kwamki Narama, Yahya Pagesa memediasi pihak terkait atas keributan saat PIN Polio. Foto: Istimewa

Papua60detik - Terjadi keributan pada pelaksanaan PIN Polio di SD Inpres Kwamki Narama, Kampung Mekurima, Jumat 2 Agustus kemarin.

Sekretaris Distrik Kwamki Narama, Yahya Pagesa mengatakan keributan itu dipicu oleh salah satu orang tua siswa yang protes anaknya diimunisasi polio oleh petugas Puskesmas. 

"Karena bapaknya (siswa) datang ribut, PIN Polio kemarin itu langsung stop, bubar. Guru juga sempat diancam. Saya pikir ini soal pemahaman saja, memang sudah ada sosialisasi, tapi mungkin perlu edukasi lagi. Apalagi ini kan program nasional," kata Yahya kepada wartawan.

Menangani situasi tersebut, Sabtu (3/8/2024), Yahya Pagesa mewakili pemerintah distrik telah memediasi pihak-pihak terkait. Hadir pada mediasi itu antara lain pihak Puskesmas, guru SD Inpres Kwamki Narama dan kepolisian. Sayang, orang tua siswa yang bersangkutan tidak datang.

"Orang tua siswa yang bersangkutan akan dipanggil pihak kepolisian. Intinya kami ingin selesaikan masalah ini secara damai," kata Yahya. 

Kepada para guru, ia menegaskan, proses belajar mengajar di SD Inpres Kwamki Narama tidak boleh terganggu karena kejadian itu. Hak anak atas pendidikan jangan sampai jadi korban.

"Salah satu kesepakatan pada mediasi adalah pihak Puskesmas kalau mau imunisasi ke sekolah, kita minta menyurat ke pihak kepolisian. Semacam surat pemberitahuan," katanya. (Burhan)