Pakan Ternak Makin Mahal, ini yang Dilakukan Dinas Pertanian
Papua60detik - Pakan ternak di Timika terbilang mahal, dalam jangka waktu yang singkat saja harganya begitu cepat melambung tinggi.
Peternak ikan lele di Kamoro Jaya, Ambar mengeluhkan mahalnya pakan ternak saat ini. Akibatnya, dia berhenti beternak lele setelah lebih kurang enam tahun.
"Terakhir beli Juli itu sudah Rp480 ribu per karung, itu untuk yang besar, kalau pakan yang untuk masa pertumbuhan Lele sudah Rp500 ribu lebih," ujar Ambar.
"Padahal dulu cuma tiga ratusan (ribu) saja," lanjutnya.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Mimika Alice Wanma mengatakan pihaknya punya rencana membuat produksi pakan ternak dengan bahan dasar jagung.
Jagung jenis hibrida akan ditanam di beberapa lahan yang tersebar di enam distrik.
"Rencana tahun depan kami akan kolaborasi program dengan Dinas Peternakan untuk pembuatan bahan pakan ternak ada tiga jenis bahan baku dan salah satunya jagung," ujarnya, Rabu (25/9/2024).
"Jagung hibrida memang untuk bahan dasar pakan ternak. Untuk lokasi tersebar di enam distrik di kabupaten Mimika. Mungkin jumlah lahan untuk tanam itu yang paling banyak di SP5," lanjut Alice.
Sebelumnya Dinas Pertanian telah menyiapkan lahan 500 hektare untuk tanam jagung sebagai bahan dasar pembuatan pakan ternak. Tetapi tiba-tiba direfocusing dari kementerian dan akhirnya tidak jadi.
"Yang saya sudah sampaikan 500 hektare di SP5 itu, tapi ya dapat refocusing dari pusat, akhirnya kami tidak jadi tanam, tapi ke depan kami akan tanam karena itu penting sekali untuk pakan ternak," katanya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mimika Sabelina Fitriani mengatakan akan melakukan MoU dengan dinas pertanian.
"Kita juga akan melakukan MoU dengan Dinas Pertanian untuk penyediaan bibit jagung, karena jagung itu 50 persen bahan dasar pembuatan pakan ternak," katanya.
"Kita berusaha untuk bagaimana alternatif pakan yang begitu mahal karena semuanya masih didatangkan dari Surabaya. Jadi setidaknya kita harapkan jagung itu yang kebutuhannya dalam suatu pembuatan pakan ada di Timika. Sehingga masyarakat peternak bisa membeli dengan harga murah. Mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi," pungkasnya. (Eka)