Penembakan Pilot Helikopter di Alama, Sebby Sambom: Itu Wilayah Perang
Papua60detik - Juru bicara Organisasi Papua Merdeka (OPM) Sebby Sambom mengaku belum mendapat laporan resmi dari medan perang terkait penembakan pilot helikopter PT Intan Angkasa bernama Glen Malcolm Conning di Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Senin (5/82024).
Tapi jika benar pelaku penembakan adalah pasukan TPNPB, menurut Sebby wilayah itu memang masuk daerah terlarang bagi penerbangan sipil karena merupakan wilayah konflik bersenjata atau wilayah perang.
"Apapun dilarang masuk. Pembangunan semua hentikan. Indonesia duduk di meja perundingan dulu dengan kami. Tapi kepala batu masuk, ya itu risiko, tanggung sendiri. Yang tanggung risiko ya pemerintah Indonesia, TNI-Polri karena mereka yang izinkan masuk," kata Sebby saat dikonfirmasi Senin malam.
Apalagi kata Sebby, pilot tersebut berkewarganegaraan Selandia Baru, sama seperti Pilot Susi Air Capt Philip Mark Mehrtens yang disandera TPNPB pimpinan Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023.
"Dan kami bisa curiga, kenapa orang Selandia Baru yang kami tahan (Capt Philip Mark Mehrtens), orang Selandia Baru lagi yang masuk? Itu kami anggap dia itu mata-mata untuk memantau. Indonesia pakai dia untuk memantau pertahanan TPNPB di sana," katanya.
TPNPB katanya sudah sering mengumumkan Papua sebagai wilayah terlarang bagi penerbangan sipil. Termasuk larangan bagi pembangunan, aktivitas sekolah sampai rumah sakit.
"Itu wilayah konflik bersenjata yang setiap saat kami umumkan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Satgas Damai Cartenz-2024 dalam rilisnya menyebut pilot berusia 50 tahun itu tewas ditembak yang oleh Polri disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol Bayu Suseno mengungkap, setelah tiba di Distrik Alama, helikopter itu dicegat oleh anggota KKB menggunakan senjata api. Pilot dan penumpang diturunkan dari helikopter dan dikumpulkan di lapangan, sekitar lokasi helikopter mendarat.
"Setelah itu KKB langsung melakukan pembunuhan terhadap pilot. Jenazah Pilot dibawa ke helikopter kemudian dibakar bersamaan dengan helikopter," ungkap Bayu.
Sementara seluruh penumpang, katanya dalam keadaan selamat. Berikut identitas penumpangnya: Kalariak Gwijangge (dewasa), Hasmaya (dewasa), Damianus Pakage (dewasa), Ferni (anak-anak), Naomi Kambu (dewasa) dan Hafidan (anak-anak).
Saat ini TNI-Polri serta jajaran Polres Mimika telah melakukan upaya penegakan hukum dan pengejaran terhadap KKB yang melakukan aksi tersebut. (Eka)