Ribuan Orang Mendulang di Area Perusahaan, PT Freeport Mengaku Kesulitan
Papua60detik - Sekitar 5000 orang mendulang di area PT Freeport Indonesia (PTFI). Ribuan orang ini mencari sisa-sisa emas dari aliran tailing PTFI.
Senior Vice President Community Development PTFI, Nathan Kum menyebut para pendulang atau penambang tradisional itu tersebar di tujuh lokasi. Mulai dari MP72 samapi MP21.
PTFI bukan tanpa upaya. Sudah ada tanda, 'dilarang mendulang' dipasang di beberapa titik. Hasilnya, pendulang tetap berdatangan hingga kini.
Sebagai perusahaan yang punya izin resmi dari pemerintah, kata Nathan, PTFI punya kewenangan mengusut dan mengungkap dari mana dan bagaimana penambang ini masuk ke area perusahaan. Pasalnya, untuk sampai di area dataran tinggi mesti menggunakan kendaraan perusahaan.
Menanggapi fakta itu, Nathan Kum mengaku tidak tahu bagaimana para pendulang itu masuk ke area perusahaan. Kalaupun menggunakan kendaraan, ia tidak tahu siapa yang membawa mereka. Nathan Kum berkesimpulan, para pendulang itu tak lewat jalan umum.
"Mereka tidak masuk melalui jalan umum, tetapi melalui jalan tikus atau jalan potong. Dengan segala cara lah mereka masuk ke sana. Kita juga tidak bisa melarang dengan cara-cara kekerasan dan lain-lain," ujarnya.
Ia mengaku kesulitan melarang para pendulang ini. Ketika dilarang di suatu lokasi maka mereka akan pindah ke lokasi lain. Sosialisasi larangan mendulang, tidak boleh mendekati alat-alat perusahaan, bahkan bahaya-bahaya tinggal di area dulang tak ada hasil.
"Apabila diusir, hari ini pendulang pergi namun besoknya datang lagi. Karena dengan segala cara dia berusaha masuk. Jadi ini bukan siapa yang memasukkan, bukan. Salah satu kendalanya, karena di lowland ini lokasinya luas jadi bisa masuk dengan berbagai cara. Bisa dari Gorong- Gorong masuk ke kali, mereka mungkin jalan kaki hingga ke lokasi," pungkasnya. (Martha)