148 Perceraian Terjadi Selama Tahun 2021

Humas Pengadilan Agama Mimika, Ahmad Zubaidi. Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Humas Pengadilan Agama Mimika, Ahmad Zubaidi. Foto: Anti Patabang/Papua60detik


Papua60detik - Sepanjang tahun 2021 lalu, Pengadilan Agama Mimika menangani 193 perkara perceraian. 133 diantaranya diajukan istri dan 60 diajukan suami.

Namun dari 193 kasus ini, hanya 148 yang diputuskan Pengadilan Agama. Sisanya berhasil didamaikan dan mencabut tuntutannya. 

Humas Pengadilan Agama Mimika, Ahmad Zubaidi menjelaskan penyebab terbanyak kasus ini adalah perselisihan dan pertengkaran terus menerus, ditinggal tanpa alasan, persoalan ekonomi, pindah agama dan pasangan pemabuk.

“Pertengkaran ini 104 kasus dan 27 di tinggal pasangan. Ditinggal ini artinya salah satu pasangan baik istri atau suami yang meninggalkan pasangannya,” katanya saat ditemui, Kamis(13/1/2022).

Ahmad mengungkapkan salah satu penyebab perselisihan dan pertengkaran adalah karena adanya kasus perselingkuhan  yang dilakukan suami ataupun istri. Namun ia tidak menyebutkan secara rinci berapa jumlah kasusnya.

“Jadi perselingkuhan ya itu yang menyebabkan pertengkaran. Kemudian karena pertengkaran yang terus menerus itu, akhirnya salah satu pihak mengajukan perceraian,” tuturnya.

Meski ada yang berhasil rujuk, namun belum ada perselingkuhan di tahun 2021 yang berhasil rujuk. Semuanya tetap memilih cerai meskipun sudah dilakukan mediasi.

“Jadi setiap persidangan itu, hakim yang memeriksa wajib memberikan nasihat atau pun mediasi,” ungkapnya.

Perlu diketahui kasus perceraian yang ditangani Pengadilan Agama hanya bagi pasangan yang beragama Islam saja. Untuk perceraian agama lain, ditangani Pengadilan Negeri. (Anti Patabang)




Bagikan :