156.840 Kg Benih Padi Jawa Masuk Merauke
Pemerintah mendatangkan 156.840 kilogram benih padi unggul dari Pulau Jawa ke Kabupaten Merauke yang merupakan salah satu sentra pengembangan kawasan pangan nasional. Foto: Istimewa
Pemerintah mendatangkan 156.840 kilogram benih padi unggul dari Pulau Jawa ke Kabupaten Merauke yang merupakan salah satu sentra pengembangan kawasan pangan nasional. Foto: Istimewa

Papua60detik — Pemerintah mendatangkan 156.840 kilogram benih padi unggul dari Pulau Jawa ke Kabupaten Merauke yang merupakan salah satu sentra pengembangan kawasan pangan nasional.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke menyebutkan bahwa kebutuhan benih bersertifikat sangat mendesak guna mendukung peningkatan produksi tanaman pangan. Benih-benih tersebut nantinya akan disalurkan kepada para petani di wilayah dengan potensi lahan pertanian yang masih sangat luas.

Untuk memastikan keamanan dan mutu benih yang masuk, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Selatan melakukan pengawasan ketat terhadap pemasukan benih tersebut. Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan administrasi dan fisik oleh pejabat karantina.

Pejabat Karantina, Khafidul Akmal, menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk menjamin benih dalam kondisi baik dan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

“Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen karantina dari daerah asal (KT-3), pemeriksaan fisik media pembawa, serta pengambilan sampel untuk diuji secara laboratoris sebagai bagian dari pengujian monitoring,” jelas Khafidul, Kamis (24/7/2025).

Pengujian di laboratorium karantina salah satunya dilakukan untuk mendeteksi keberadaan nematoda patogen menggunakan metode perendaman. Metode ini terbukti efektif untuk mengetahui adanya infeksi nematoda yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, sebelum diidentifikasi lebih lanjut menggunakan mikroskop kompoun.

Kepala Karantina Papua Selatan, Cahyono, meambahkan, kesiapan personel dan fasilitas laboratorium dalam menjamin akurasi hasil pengujian.

“Dengan metode yang tepat, peralatan memadai, dan tenaga yang kompeten, hasil pengujian dapat memberikan keyakinan kepada petani bahwa benih yang mereka terima sehat dan unggul,” terang Cahyono.

Ia mengatakan keberhasilan program swasembada pangan di Papua Selatan sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, termasuk peran karantina sebagai garda terdepan pengawasan biosekuriti.

“Pemasukan benih padi dalam jumlah besar ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Selatan,” tutup Cahyono. (Jamal)