2.000 Tenaga Kesehatan di Mimika Siap Divaksin
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit telah mengeluarkan petujuk teknis (juknis) pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanganan pandemi covid-19.

Dalam juknis dijelaskan, tenaga kesehatan dan kepala daerah termasuk pimpinan Forkopimda menjadi kelompok sasaran prioritas penerima vaksin yang rencananya akan dimulai secara serentak, Rabu (13/1/2021) di seluruh Indonesia.

Khusus di Kabupaten Mimika, Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra mengatakan, ada 10 orang dari unsur kepala daerah, termasuk Forkopimda dan sekitar 2.000 tenaga kesehatan yang siap diberikan vaksin covid-19.

Jumlah ini kata Reynold sudah diluar tenaga kesehatan yang pernah terpapar covid-19 (penyintas) penderita penyakit penyerta atau komorbid (jantung , ginjal, kanker, diabetes, hipertensi, dan lainnya) serta ibu hamil.

“Kalau yang 10 unsur kepala daerah termasuk Forkopimda itu belum melalui skrining. Tapi hampir 2.000 tenaga kesehatan itu sudah pasti akan divaksin. Dan nama saya harus ada dinomor satu dong sebagai penerima vaksin di Mimika,” katanya saat dihubungi Papua60detik, Jumat (8/1/2021).

Namun berapa jatah vaksin untuk Mimika dan kapan vaksin tersebut akan dikirim dari Jayapura, Reynold mengatakan belum mengetahuinya. Begitu pun jumlah pasti penerima vaksin di Mimika. Tetapi secara pasti pencanangannya akan dimulai tanggal 13-14 Januari 2021.

“Tadi kami baru rapat, lebih kurang nanti untuk gelombang pertama vaksinasi sesuai dengan petunjuk dari Kementerian Kesehatan dan Dinkes Provinsi, dari tanggal 13 Januari kami prioritaskan itu hampir 180 ribu penduduk (jumlah pastinya nanti Senin) karena gelombang pertama itu Januari-April 2021,” tuturnya.

Ia mengatakan vaksinasi adalah tanggung jawab satgas covid-19 dan Dinkes. Tapi sebelum melakukan vaksinasi kepada masyarakat dengan sasaran umur diatas 18-59 tahun, pihaknya akan melakukan sosialisasi melalui media massa.

"Jadi kami bentuk ada enam tim, tim media itu masuk tim kelima sosialisasi dan advokasi serta pemberdayaan masyarakat. Kami sangat berharap peran media yang pernah kita ciptakan kesuksesan pada penanganan covid-19 di Mimika  akan kami fungsikan kembali,” ungkapnya.

Selain tenaga kesehatan, ASN, anggota TN-Polri dan semua pelayan publik juga menjadi prioritas utama vaksin covid-19. (Anti Patabang)