6 Personel Polda Papua Ditugaskan di Republik Afrika Tengah
Enam personel Polda Papua yang ditugaskan di Republik Afrika Tengah. Foto: Humas Polda Papua
Enam personel Polda Papua yang ditugaskan di Republik Afrika Tengah. Foto: Humas Polda Papua

Papua60detik  Satu-satunya perwakilan Polwan Briptu F Mariana Rahayaan dari Polres Merauke bersama 5 personel Polda Papua lainnya ditugaskan sebagai pasukan penjaga perdamaian di Republik Afrika Tengah.

Kelima personel itu diantaranya, Brigpol Mus Alan Bentrai dari Polres Jayawijaya, Brigpol Joko Riyono Asnan dari Ditsamapta Polda Papua, Briptu Pradipta Arminanto, Brigpol Djoko Aris Wibowo dan Brigpol Raka Ustana dari Satbrimob Polda Papua.

Keenam putra-putri terbaik itu tergabung dalam Satuan Tugas Garuda Bhayangkara FPU (Formed Police Unit) 2 United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission In The Central Africa Republic (MINUSCA).

Sebagai pasukan penjaga perdamaian tugas pokok mereka ialah melindungi personel PBB dan aset-aset PBB, melindungi warga sipil, serta membantu dan mendukung otoritas Polisi lokal dalam melaksanakan tugas Kepolisian.

"Sungguh suatu kebanggaan bagi kami. Dari enam personil kita, satu adalah seorang Polwan dari Polres Merauke," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, Sabtu (4/9/2021) malam.

Mereka terpilih berangkat setelah melewati proses seleksi yang sengit dan ketat karena harus bersaing dengan personel Polri dari Sabang sampai Merauke.

Seleksi yang dilaksanakan meliputi tes kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi, bahasa Inggris, bahasa Perancis dan menembak.

Setelah proses seleksi, mereka masih harus melaksankan latihan pra penugasan (Latpragas) selama kurang lebih 6 bulan. Selama Latpragas mereka dibekali dengan materi kemampuan taktisbmaupun bahasa asing terutama bahasa Perancis yang digunakan di Republik Afrika Tengah.

Setelah melewati tahapan yang sangat panjang, personel itu berangkat ke daerah misi di Bangui Republik Afrika Tengah pada Sabtu kemarin.

"Selama bertugas di Bangui banyak pengalaman dan tantangan baru yang didapatkan tentunya yang tidak pernah bisa mereka temui apabila bertugas di tanah air, salah satunya adalah UN (United Nations) medal," ujarnya.

UN medal ialah medali atau tanda kehormatan tertinggi yang diberikan oleh PBB kepada personel yang bertugas minimal setahun secara terus menerus di daerah misi, dalam hal ini misi PBB MINUSCA di Republik Afrika Tengah.

"Mari kita sama sama doakan agar mereka dapat menyelesaikan misi dengan baik dan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan lengkap," harap Kamal. (Salmawati Bakri)