650 Pencaker OAP dan Labeti Ikut Pelatihan Sertifikasi Kompetensi
Papua60detik - Sebanyak 650 Pencari kerja (Pencaker) Orang Asli Papua (OAP) dan Lahir Besar Timika (Labeti) ikut pelatihan sertifikasi kompetensi.
Ada 10 kejuruan yang akan diajarkan dalam pelatihan ini, yaitu multimedia, salon, operator alat berat, barbershop, mekanik alat berat, welder, elektrikal, barista, cetak batako dan K3.
Peserta akan mengikuti pelatihan kurang lebih 3 bulan. Pelatihnya berasal dari pelatih mitra kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mimika.
Adapun pelatihan sertifikasi ini, Disnakertrans Mimika gunakan dana Otonomi Khusus (Otsus).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Tengah, Jul Eddy Way ini meminta Pemkan Mimika membuat video success story dari semua dinas yang menggunakan dana Otsus. Sebab Pemerintah Pusat meminta penggunaan dana Otsus di Papua Tengah dipaparkan dari penggunaan hingga keberhasilan penggunaannya.
“Saya minta Disnakertrans buatkan video untuk kegiatan 650 Pencaker ini, jadi kita bisa mengetahui dana Otsus ini digunakan untuk apa, jangan sampai ada yang bicara tidak merasakan dana Otsus,” ujar Eddy pada pembukaan pelatihan di Hotel Horison Diana, Timika, Selasa (13/08/2024).
Ia berharap dengan pelatihan yang akan dilakukan kurang lebih selama 3 bulan dapat menjawab kebutuhan yang ada di dunia kerja di Provinsi Papua Tengah terkhusus Kabupaten Mimika.
Kepada para Pencaker, ia berpesan manfaatkan waktu 3 bulan ini, sehingga mendapatkan sertifikat dan memanfaatkannya untuk mencari pekerjaan.
“Pelatihan seperti ini sebaiknya dapat dilakukan 2 kali dalam 1 tahun, sehingga Pencaker mendapatkan kesempatan," harapnya.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Mimika, Septinus Timang, mengatakan, permasalahan pencari kerja di Kabupaten Mimika adalah ketidaksiapan pencari kerja memasuki dunia kerja itu sendiri.
Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah keahlian yang dimiliki terkadang tidak dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh dunia kerja.
“Hari ini kita lakukan pelatihan bagi 650 Pencaker untuk menyiapkan mereka agar mempunyai kompetensi yang sesuai dengan yang dibutuhkan di dunia kerja, terampil, berkualitas dan berdaya saing,” ujar Septinus.
Menurutnya, pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas skill Pencaker sehingga dapat bersaing di dunia kerja. Para pencaker juga nantinya bisa menggunakan keahliannya dalam dunia bisnis atau menciptakan lapangan pekerjaan. (Martha)