Ada Ancaman, Layanan Kesehatan di Kampung Nayaro Terhenti Hingga Sekarang
Papua60detik - Pemerintah Distrik Mimika Baru bersama pemerintah Kampung Nayaro, Jumat (20/02/2026), rapat koordinasi menyelesaikan masalah pengancaman terhadap para tenaga kesehatan yang dilakukan beberapa oknum warga di Kampung Nayaro.
Pertemuan itu juga dihadiri oleh perwakilan Puskesmas Timika, perwakilan PT Freeport Indonesia, serta pelaku dan perwakilannya.
Pengancaman terjadi pada awal Januari 2026. Diduga para pelaku dalam kondisi mabuk. Akibatnya, pelayanan kesehatan di Kampung Nayaro, Distrik Mimika Baru, tidak berjalan hingga sekarang.
Kepala Distrik Miru, Joel Daniel Luhukay, mengatakan ancaman secara verbal tersebut membuat para Nakes merasa tidak aman. Kepala Puskesmas Timika akhirnya memutuskan menarik seluruh Nakes dari Kampung Nayaro hingga situasi dinilai kondusif.
"Pelayanan kesehatan ke masyarakat Nayaro terganggu karena karena ada tindakan dan kata-kata mereka yang mengancam sehingga para petugas tidak nyaman," kata Joel saat diwawancarai.
Akibat masalah ini, masyarakat kesulitan berobat. Apalagi akses transportasi ke Nayaro sangat terbatas.
Pertemuan koordinatif itu menghasilkan kesepakatan. Para pelaku dan perwakilannya sudah menandatangani surat pernyataan.
Selain itu, Puskesmas Timika dan pemerintah kampung membuat nota kesepakatan bersama (MoU) agar pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan seperti biasa.
"Mereka kami minta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa terhadap tenaga kesehatan maupun tenaga pendidik yang bertugas di Kampung Nayaro," tambahnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, Joel meminta aparat pengawal bus memastikan tidak ada penumpang yang kembali ke Nayaro dalam keadaan mabuk.
"Saya sudah sampaikan bahwa masyarakat yang mabuk, lapor ke saya dan jangan dimuat ke bus. Saya akan hubungi petugas dari Polsek Miru untuk mengamankan mereka, karena ancaman itu ulah dari orang yang turun ke kota dan pulang dengan mabuk" terangnya.
Dengan beberapa kesepakatan tersebut, pelayanan kesehatan akan kembali berjalan dalam waktu dekat diperkirakan awal Maret 2026.
"Rencananya, kami bersama pihak Puskesmas Timika akan bersama-sama mengantar kembali para Nakes ke Kampung Nayaro," pungkasnya. (Martha)