Anak-anak di Mimika Terserang Penyakit Kulit Diduga Karena Tailing, KPAI Turun Tangan
Papua60detik - Mendapat laporan sejumlah anak terserang penyakit kulit di kampung Ohotya Distrik Mimika Timur Jauh, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) langsung turun ke kampung setempat.
Di Ohotya, anggota KPAI sempat menginap semalam. KPAI melaporkan, sebanyak 58 anak terserang penyakit kulit dan sedang ditangani petugas kesehatan.
Komisioner KPAI Sylvana Maria mengatakan, dari laporan masyarakat, puluhan anak yang menderita penyakit kulit di Kampung Ohotya itu akibat limbah taling PT Freeport Indonesia yang telah mencemari sungai.
"Laporan temen-temen karena dampak tailing Freeport. Kita minta Pemerintah melihat sejauh mana itu, dan carilah apa penyebab (pastinya) anak sakit kulit," ungkapnya.
Usai mengunjungi Ohotya, KPAI langsung bertemu Pemkab Mimika yang diwakili Asisten III Setda Mimika Hendritte Tandiyono, kepala Dinas Kesehatan Reynod Ubra dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Hermalina W Imbiri, Selasa (13/6/2023).
"Kita berdialog mencari jalan keluar, apa yang perlu kita lakukan bersama-sama baik Pemerintah Daerah Mimika bersama dengan kami," katanya usai pertemuan di Lantai 3 Kantor Bupati Mimika.
Setelah mendengar rencana kerja Pemkab Mimika, Sylvana mengapresiasi dan meminta segera dilakukan.
"Kami berharap ada perbaikan terutama untuk anak kesehatan pendidikan dan hak sipil alamat akte lahir," katanya.
Tujuan lain kunjungan komisioner KPAI ke Mimika untuk memantau kepemilikan akte kelahiran anak. Pasalnya, capaian pelayanan akte lahir di Papua tergolong sangat rendah, hanya 45 sampai 50 persen. padahal angka rata-rata nasional 92 sampai 96 persen.
Berita ini telah dikonfirmasi ke Corporate Communications PTFI terkait dugaan limbah tailing sebagai penyebab penyakit kulit puluhan anak di Ohotya. Hingga berita diturunkan, Corporate Communications PTFI tak memberikan jawaban. (Faris)