Aparat Keamanan Kejar Pelaku Penyerangan Pos TNI di Puncak
Papua60detik - Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa melakukan pertemuan bersama komandan satuan TNI di Rimba Papua Hotel, Kabupaten Mimika, Jumat (28/1/2022).
Andika mengaku, pertemuan tersebut untuk mengevaluasi prosedur pengamanan pasca penyerangan pos TNI di Bukit Tepuk Kampung Jenggernok yang mengakibatkan tiga prajurit gugur dan satu masih dalam kondisi kritis.
"Kita sudah evaluasi tentang apa yang harus dilakukan ke depannya terutama untuk mereka yang bertugas di Papua," ujar Andika dalam konferensi pers
la mengatakan, penyerangan yang dilakukan beberapa oknum masyarakat adalah tindakan melawan hukum. Hal tersebut pun telah dievaluasi.
Aparat keamanan, katanya telah mengantongi identitas para pelaku yang telah menghilangkan nyawa para prajurit yang melaksanakan tugas melindungi masyarakat dan mengabdi NKRI.
"Bercermin dari dua insiden ini, sudah saya lakukan juga evaluasi. Dari pihak TNI tidak ada usaha yang memprovokasi. Kami semua melakukan tugas rutin. Justru pada saat bertugas kami diserang," ujarnya.
Panglima mengatakan, nama-nama yang dikantongi adalah hasil dari pengumpulan informasi dan intelejen. Langkah berikutnya adalah mengejar para pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Terus terang, mereka yang memilih cara yang sangat bertentangan dengan nilai kemanusiaan, mau tidak mau harus membayar dalam hal mempertanggungjawabkan perbuatannya. Akan terus kami kejar," ujarnya.
Kendati demikian, Panglima mengaku tidak dapat menyampaikan secara detil langkah yang akan dilakukan.
"Kami sudah pelajari berdasarkan penjelasan individu yang berada di Kabupaten Puncak termasuk dengan seluruh jajaran Kodam Cenderawasih. Sudah saya lakukan. Namun tidak bisa saya sampaikan di sini," ujarnya. (Salmawati Bakri)