Awal Desember Harga Cabai di Timika Mulai Melonjak
Tiara saat melayani pedangang di Pasar Sentral Timika, Rabu (1/12/2021).   Foto: Anti Patabang/ Papua60detik
Tiara saat melayani pedangang di Pasar Sentral Timika, Rabu (1/12/2021). Foto: Anti Patabang/ Papua60detik

Papua60detik - Memasuki awal Desember 2021, sebagain bahan pokok di Pasar Sentral Timika mulai mengalami fluktuasi harga seperti cabai dan bawang.

Bawang merah yang sebelumnya Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilo kini turun menjadi Rp35 ribu per kilonya.

Menurut pengakuan para pedagang yang ditemui Papua60detik.id, Rabu (1/12/2021) penurunan harga ini terjadi karena stok lagi melimpah dan harga pengambilan dari agen lebih murah dari sebelumnya.

“Di Bima lagi panen yah. Kitakan ambilnya dari sana jadi harga yang diberikan kepada kita murah makanya kita jualnya segitu,” kata Rokin salah satu pedagang.

Ia mengatakan harga yang ditawarkan ini sudah wajar. Hanya beda sedikit dengan harga pengambilannya.

“Kita yang penting ada untung sedikit. Kita ambilnya Rp32 ribu yah kita jual Rp35 ribu,” tuturnya. Dan sudah sesuai dengan harga pengambilannya," katanya.

Sementara cabai yang menjadi salah satu bumbu dapur incaran ibu rumah tangga justru mengalami lonjakan harga. 

Cabai rawit lokal kini sudah tembus Rp100 ribu per kilo, cabai kiriman Rp90 ribu, dan cabai keriting Rp75 ribu per kilo.

Kenaikan harga cabai lokal ini terjadi karena hasil produksi para petani berkurang akibat hujan yang setiap hari mengguyur Timika. Sementara cabai kiriman naik karena stok yang masuk ke Timika sedang berkurang.

“Cabai keriting naik karena pengambilannya memang sudah naik. Sebelumnya kan kita jual Rp65 ribu. Kalau cabe kiriman karena yang masuk di kita sedikit lebih banyak ke Asmat karena ada kontainer yang ke sana,” kata Tiara, salah seorang pedagang.

Berbeda dengan cabai dan bawang, harga tomat hingga jeruk nipis tetap normal. Tomat lokal Rp20 ribu, kiriman Rp15 ribu. Cabai hijau Rp35 ribu, bawang putih Rp40 ribu, kentang Rp25 ribu, wortel Rp25 ribu dan jeruk nipis Rp40 ribu.

“Semoga harga ini bisa bertahan karena biasanya mendekat Natal harga melambung tinggi,” tutupnya. (Anti Patabang)