Bagaimana Gery Okoare Bisa Sukses? Ini Pengakuannya

Gregorius Okoare bersama istri, Levina M Kondologit. Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Gregorius Okoare bersama istri, Levina M Kondologit. Foto: Anti Patabang/Papua60detik


Papua60detik - PT Putra Otomona Jaya (POJ) adalah salah satu perusahaan kontraktor binaan PT Freeport yang kini berkembang pesat di Kabupaten Mimika. 

Perusahaan milik anak asli Papua dari Suku Kamoro, Gregorius Okoare ini sudah memiliki ribuan karyawan dari berbagai suku di Indonesia.

Namun siapa sangka, Gery sapaan akrabnya, benar-benar memulai usahanya dari nol. Ia bersama istri,  Levina M Kondologit sepakat mengambil kredit di salah satu bank plat merah dengan  menggadaikan sertifikat rumah dan tanahnya sebagai agunan.

Gery mengaku, keputusannya ketika itu tergolong nekat. Tetapi karena kejujuran dan semangat, mereka pun kini sudah mendapat kepercayaan dari bank. Setiap kali membutuhkan dana, tak lagi ada kesulitan. 

“Ada pertimbangan. Tapi kalau kita ada dalam pertimbangan terus, pasti kita tidak akan maju. Jadi jujur kami berangkat dari modal kepercayaan,” katanya saat ditemui di Mile poin 28, Rabu (27/10/2021).

Namun di balik kesuksesannya, ada sosok  sang istri di sampingnya. Pria yang kini berusia 48 tahun ini pun selalu melibatkan istri dalam setiap pengambilan keputusan. Termasuk pengelolaan keuangan perusahaan.

Menurutnya, tanpa istrinya, mungkin saja pengelolaan keuangan perusahaannya tidak sebaik sekarang.

“Setiap cek itu harus sama-sama dengan istri. Kita harus melibatkan istri itu pasti semua akan berjalan baik. Kita harus bekerja sama dengan istri,” tuturnya.

Gery mengisahkan, di awal perjalanan usahanya, ia tak banyak melibatkan istri. Dan benar saja kondisi keuangannya saat itu tidak sehat.

Namun setelah melibatkan istri semuanya terkelola baik. Keuangan jadi akuntabel dan aset perusahaan pun semakin bertambah. Termasuk saat ini, Gery kembali menambah 8 dump truck yang harganya miliaran rupiah per unit.

“Dulu saya begitu juga tapi karena kemudian saya berpikir bahwa istri juga harus kita libatkan makanya saya selalu bekerja sama dengan istri. Itu akan lebih berkah. Kalau istri itukan lebih teliti dengan barang-barang,” jelasnya.

Selain karena istri, kemajuan perusahaan yang ia rintis sejak tahun 2001 di usia yang terbilang mudah yakni 28 tahun ini juga tidak terlepas dari kinerja karyawannya.

Ia mengatakan karyawan adalah aset perusahaan. Tanpa mereka maka perusahaan tidak akan bisa seperti sekarang. 

“Yang cari uang itu bukan kita tapi mereka. Bukan saya tapi karyawan saya yang kerja. Jadi mereka itu adalah aset perusahaan. Jadi bagaimana mereka bekerja, sehingga kita harus kasih  kesejahteraan bagi mereka. Bagaimana kasih dia gaji yang sesuai. Bila perlu, tambahkan karena mereka yang menghasilkan uang,” pungkasnya.

Gery adalah siswa penerima beasiswa PT Freeport Indonesia yang dulunya adalah Freeport-McMoRan  di tahun 1995. Ia dikirim bersekolah di Bandung, Jawa Barat di Sekolah Menengah Industri Pariwisata Sandhy Putra Bandung. 

Dan setelah itu melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Koperasi Indonesia. (Anti Patabang)




Bagikan :