Bagi Willem Wandik, Pilot Pesawat Perintis Adalah Pahlawan
Bupati Puncak, Willem Wandik. Foto: Anti Patabang/ Papua60detik
Bupati Puncak, Willem Wandik. Foto: Anti Patabang/ Papua60detik

Papua60detik - Peristiwa jatuhnya pesawat Smart Air PK-SNN di Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, Senin (25/10/2021) sekitar pukul 07.20 WIT membuat Bupati Puncak, Willem Wandik ikut merasakan duka mendalam.

“Saya sebagai Bupati Puncak menyampaikan turut berduka atas peristiwa ini. Kami akan melihat beliau sampai di kampung halamannya,” katanya saat ditemui di acara bakar batu persiapan Konferensi Kingmi, Senin (25/10/2021) di Mile 32.

Karena kejadian serupa sudah sering terjadi di Provinsi Papua, ia berpesan semua pilot berhati-hati. 

Baginya para pilot maskapai perintis adalah pahlawan. Tanpa mereka, masyarakat di pedalaman yang memang tidak bisa dijangkau dengan darat dan laut bakal serba kekurangan.

“Mereka ini adalah pahlawan yang luar biasa bagi kita,” katanya.

Dalam peristiwa ini dilaporkan jika Kapten Pilot pesawat, Kuntardi meninggal dunia. Sementara Copilot Egi Baskoro, masih dalam perawatan.

Kedua korban kini telah dievakuasi ke Kabupaten Mimika, Senin (25/10/2021) siang, dan langsung dibawa ke RSUD. Jenazah Pilot Kuntardi di kamar jenazah, sementara Co-pilot Egi Baskoro di ruang IGD. 

Pesawat Smart Air PK-SNN yang mengangkut kebutuhan sembako dari Kabupaten Mimika ke Ilaga, Puncak dilaporkan gagal landing.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan pada saat kejadian, cuaca di sekitar Bandara Aminggaru, Ilaga diselimuti kabut tebal. (Anti Patabang)