Bakar Batu Konferensi Sinode XI Kingmi Pecahkan Rekor MURI
Penyerahan piagam MURI bakar batu terbesar di Indonesia oleh Senior Manager MURI, Awan Rahargo kepada panitia konferensi Sinode XI Kingmi, Sabtu (6/11/2021) di Gereja Kingmi Marthin Luther Mile 32.   Foto: Anti Patabang/ Papua60detik
Penyerahan piagam MURI bakar batu terbesar di Indonesia oleh Senior Manager MURI, Awan Rahargo kepada panitia konferensi Sinode XI Kingmi, Sabtu (6/11/2021) di Gereja Kingmi Marthin Luther Mile 32. Foto: Anti Patabang/ Papua60detik

Papua60detik - Acara bakar baru Konferensi Sinode XI Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua yang berlangsung selama enam hari terhitung 1 sampai 6 November di Kabupaten Mimika berhasil memecahkan rekor MURI.

Rekor ini didapat setelah konferensi yang diketuai Bupati Puncak, Willem Wandik memotong babi sebanyak 2.500 lebih ekor babi selama enam hari berurut-turut.

Penghargaan ini pun diberikan kepada panitia konferensi oleh Senior Manager MURI, Awan Rahargo di depan ribuan warga jemaat Kingmi dari 13 koordinator dan 92 klasis yang ada di Tanah Papua di halaman Gereja Kingmi Jemaat Marthin Luther Mile 32 Timika, Sabtu (6/11/2021).

Awan Rahargo menilai acara bakar batu dalam event lima tahunan ini termencatat sebagai kriteria superlatif.

Rekor ini berhasil memecahkan rekor bakar batu terbanyak di tahun 2014 pada pelantikan bupati yang menyediakan 200 ekor babi. 

“Dan hari ini yang terbanyak yang dilaksanakan selama enam hari. Selama enam hari ini terhitung sebanyak 2.500 lebih ekor babi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Konferensi Sinode XI Kingmi, Willem Wandik mengatakan kegiatan yang merupakan milik orang Papua ini berhasil mencetak sejarah baru di Tanah Papua. 

“Pemotongan ini bukan karena dilihat dari sisi lain, tapi karena itu sebagai pengorbanan dan penghormatan. Dan merasa bahwa gereja itu penting,” katanya.

Ia mengatakan babi yang dipotong bukan hanya disediakan oleh panitia tetapi juga dari berbagai kabupaten yang ada sebagai rasa memiliki gereja Kingmi.

“Mereka merasa bertanggung jawab. Kingmi kita punya,” tuturnya. (Anti Patabang)