Banjir dan Tanah Longsor di Jayapura, 7 Warga Meninggal Dunia
Papua60detik - Tujuh orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah titik wilayah Jayapura sejak Kamis (6/1/2022) kemarin.
Adapun wilayah yang terdampak banjir yaitu Kantor Gubernur, Batas Kota, Pasar Youtefa, Entrop, Hamadi, Organda.
Sementara untuk titik terdampak tanah longsor yaitu Aspol Bhayangkara Dok 5 atas, Kelurahan Trikora Dok 5 atas dan Skyland serta Lintasan Kodam yang mangakibatkan jalan terputus sehingga pengendara kendaraan tidak dapat melintas karena jalan putus.
Jajaran TNI-Polri, Basarnas dan instansi terkait sedang melaksanakan siaga bencana dan melakukan proses evakuasi terhadap korban.
"Kami seluruh satuan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih telah siaga dan siap membantu saat terjadi bencana," kata Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Aqsha Erlangga dalam keterang tertulisnya yang diterima Papua60detik, Jumat (7/1/2022).
Di tempat terpisah, Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf Richard Sangari mengungkapkan bahwa personel Kodim telah berada di lokasi terjadinya bencana untuk membantu warga korban banjir dan longsor.
"Di wilayah Koramil 1701-01/Sentani terdampak banjir dan longsor, yaitu longsor di depan Polsek Sentani Timur dan di Kampung Nendali, banjir setinggi 40 cm di depan Stadion Utama Lukas Enembe. Dilokasi ini tidak ada korban jiwa dan meteriil," jelas Dandim.
"Kodim telah berkoordinasi dengan Polsek Sentani Timur, untuk jalan dibuka 1 arah dan berkoordinasi dengan Distrik, Polsek serta BNPB untuk memonitor perkembangan situasi wilayah di Sentani," tambahnya.
Lanjut, ia mengatakan bencana banjir dan longsor di wilayah Koramil 1701-02/Japut yaitu banjir setinggi 20 cm di Kel Gurabesi, banjir setinggi 50 cm di depan kantor Gubernur Papua, banjir setinggi 1 meter di Kelurahan Tanjung Ria.
"Sedangkan terjadi longsor di Kelurahan Gurabesi Komplek Klofkamp, belakang Pomdam XVII/Cen dan di Keluragan Trikora. Kejadian ini mengakibatkan terjadi korban meninggal dunia 4 orang dan 2 unit rumah rusak karena longsor serta 50 rumah terdampak banjir," jelasnya.
"Kodim bersama Polsek, BNPB dan Tim SAR beserta warga mengevakuasi korban longsor," ujarnya menambahkan.
Sementara untuk di Koramil 1701-03/Abepura yang terdampak banjir yaitu banjir setinggi 1 meter di Perum Organda, setinggi 1 meter di Pasar Baru Youtefa dan Pasar Youtefa, banjir setinggi 50 cm di Perumnas 2 dan 3, banjir setinggi 50 cm di Kotaraja Dalam, banjir setinggi 50 cm di depan Bina Marga Tanah Hitam, banjir setinggi 50 cm di Kali Acai, dan banjir setinggi 50 cm di Expo Waena.
"Kerugian di wilayah ini tidak ada korban jiwa, namun sekitar 100 rumah terdampak banjir. Telah dilaksanakan evakuasi warga yang terdampak banjir," ujarnya
"Saat ini sebagian besar warga masih bertahan di sekitar rumah masing-masing, karena air mulai surut," tambah Dandim.
Wilayah lain yang berada di wilayah Koramil 1701-09/Japsel yang terdampak banjir antara lain banjir setinggi 20 cm depan di CV Thomas, banjir setinggi 1,5 meter di belakang PTC Entrop, banjir setinggi 1 meter di Komplek SMA 4, banjir setinggi 1 meter di gang Matoa, banjir setinggi 1 meter di Polimak Bambu Kuning.
"Saat ini warga masih bertahan di sekitar rumah masing-masing dan ketinggian air sudah mulai surut," kata Dandim. Wilayah lainnya masih relatif aman dan terus dilaksanakan monitoring perkembangannya," tutupnya. (Salmawati Bakri)