Bappeda Gandeng STIE Jambatan Bulan Teliti Strategi Pengembangan Koperasi & UMKM
Bappeda Kabupaten Mimika gelar sosialisasi Penelitian dan Pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah di Kabupaten Mimika. Foto; Martha/Papua60detik
Bappeda Kabupaten Mimika gelar sosialisasi Penelitian dan Pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah di Kabupaten Mimika. Foto; Martha/Papua60detik

Papua60detik - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggandeng Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambatan Bulan (STIE Jambatan Bulan) melakukan penelitian strategi pengembangan koperasi dan UMKM. 

Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika masih menghadapi banyak kendala dalam mengembangkan usaha yang dibangun oleh warga Mimika. 

Sesuai data terbaru, di Kabupaten Mimika terdaftar koperasi sebanyak 401.203 di antaranya aktif dan 198 tidak aktif. Sementara pelaku UMKM sebanyak 2.015 tercatat di Online Data System (ODS). 

Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa pengembangan koperasi dan UMKM belum tersedia dengan baik. Dan menyebabkan program-program yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun dinas-dinas terkait belum berjalan maksimal dan tepat sasaran. 

Hal itu diungkapkan oleh Akademisi STIE Jambatan Bulan, Abu bakar saat menjadi pembicara pada kegiatan penelitian dan pengembangan koperasi dan UMKM  yang digelar Bappeda Mimika, Kamis (29/08/2024). 

Ia menjelaskan, penelitian yang akan dilakukan menggunakan dua sumber data. Sumber data primer mencakup pelaku koperasi dan UMKM yang berada di 5 Distrik yaitu Mimika Baru, Mimika Timur, Iwaka, Wania, dan Kuala Kencana. Sementara  sumber data sekundernya adalah dinas-dinas  terkait yang ada di ruang lingkup Pemda Mimika.

"Kami akan melakukan penelitian dan pendataan koperasi serta mengindentifikasi berbagai persoalan yang mungkin bisa kita manfaatkan untuk mengembangkan koperasi dan UKM ke depannya," ujar Abu Bakar. 

Kabid Penelitian dan pengembangan ekonomi Bappeda Mimika, Fannie Schelag Imelda menyebut tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan pemetaan serta melihat kondisi pelaku usaha dan koperasi di Kabupaten Mimika. 

Hal yang sama juga dikatakan oleh Kasubid Pengembangan Ekonomi Bappeda, Rusman.  Ia menekankan bahwa koperasi bukan lagi organisasi untuk kumpul-kumpul biasa. Koperasi bisa menjadi fondasi kuat pengembangan ekonomi di daerah. 

"Kami ingin koperasi dan UMKM di Mimika bisa terus berkembang. Kita tidak boleh hanya terpaku bahwa  PTFI akan selamanya ada di Papua. Saat PTFI sudah selesai kita akan habis juga kalau begitu. Makanya koperasi dan UKM ini yang kita jadikan fondasi ekonomi yang kuat," pungkasnya. 

Selain meng-update data dan mencari strategi-strategi pengembangan UKM dan Koperasi, dari penelitian ini nantinya diharapkan bisa mengungkap dengan jelas kenapa banyak koperasi dan pelaku usaha setelah dibuka, kemudian menjadi tidak aktif lagi. (Martha)