Beredar Video Suplemen Kapsul Berisi Butiran Serupa Pasir, Berikut Penjelasan Loka POM Mimika
Papua60detik - Beredar video seorang warga membuka kapsul suplemen merk Sangobion. Isinya yang berupa butiran ia tuang di atas buku tulis lalu menyebutnya sebagai pasir. Si pembuat video mengaku mendapat suplemen itu dari Klinik Harapan di Timika.
Menanggapi video itu, Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Mimika menyampaikan bahwa suplemen kesehatan berupa Sangobion berfungsi sebagai suplemen penambah darah. Sangobion tersedia dalam beberapa bentuk varian di antaranya dalam bentuk kapsul.
Sangobion kapsul berisi bahan utama zat besi jenis ferrous gluconate. Dibuat dengan metode granulasi yang berfungsi meningkatkan kualitas suplemen. Proses granulasi ini memiliki beberapa kelebihan seperti, meningkatkan stabilitas obat, menjaga obat tidak mudah teroksidasi dan bereaksi dengan kelembaban udara serta mengurangi efek samping pada lambung, pelepasan obat lebih terkontrol, mengurangi risiko mual dan gangguan pencernaan. Bentuk granular memungkinkan penggunaan lapisan pelindung untuk mengatur pelepasan zat besi.
"Suplemen Sangobion kapsul yang berisi butiran dan warna yang menyerupai pasir merupakan bentuk dari granul yang bukan hanya untuk memudahkan proses produksi obat tersebut, tetapi juga untuk meningkatkan stabilitas obat, tercapainya efektivitas terapi serta mengurangi efek samping," ujar Kepala Loka POM Marselino Flora Paepadaseda dalam keterangannya, Rabu (12/3/2025).
Menindaklanjuti beredarnya video tersebut, Loka POM telah memeriksa serta mengkonfirmasi kepada pihak sarana dalam hal ini Klinik Harapan. Marselino memastikan suplemen tersebut diperoleh dari distributor resmi dalam hal ini Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang memiliki kewenangan untuk pengadaan, penyimpanan, penyaluran obat dan/atau bahan obat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Selain itu, Sangobin kapsul telah memiliki nomor izin edar dari BPOM bahwa dengan ini produk tersebut aman, bermutu dan berkhasiat," katanya.
Marselino mengatakan, dalam upaya memastikan keamanan, mutu dan khasiat obat yang beredar di wilayah kerjanya, Loka POM di Kabupaten Mimika rutin melakukan mengadakan edukasi serta pengawasan rutin di sepanjang rantai distribusi obat.
"Harapan kami, masyarakat cerdas dalam memilih dan mengonsumsi obat diantaranya melalui penerapkan CEK KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa) sebelum membeli dan mengonsumsi obat," kata Marselino.
Apabila masyarakat menemukan obat atau makanan yang diduga tidak sesuai maka dapat dikonfirmasi kebenarannya ke sarana yang bersangkutan atau dapat juga dikonsultasikan ke Unit Layanan Pengaduan Konsumen Loka POM di Kabupaten Mimika. (Eka)