Bersatu Melawan Rasisme di Indonesia, Rakyat Papua Laporkan Ambrocius Nababan di 41 Polres
Ilustrasi ajakan merawat perbedaan dan menghentikan rasisme
Ilustrasi ajakan merawat perbedaan dan menghentikan rasisme

Papua60detik - Seluruh rakyat Papua menyesalkan pernyataan dan serangan bernada rasis terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai di media sosial oleh politikus Ambrocius Nababan.

Melawan sikap tersebut, Rakyat Papua Bersatu yang terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, pemuda, akademisi, ASN, praktisi Hukum, Tokoh LSM, pengusaha, anggota parlemen, intelektual, aktivis, membuat petisi dan melaporkan Ambrocius Nababan di 41 Polres yang tersebar di Tanah Papua.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Senin (25/1/2021), Rakyat Papua Bersatu meminta Ambrocius Nababan segera ditangkap dan diadili atas dugaan diskriminasi ras dan etnis.

Mereka memprotes keras pernyataan di akun facebook Ambrocius Nababan yang diduga telah

menghina dan merendahkan martabat Natalis Pigai sebagai sesama anak bangsa.

Rakyat Papua Bersatu juga menyesalkan sikap penegak hukum yang tidak melakukan proses hukum terhadap pernyataan dan serangan rasis yang sebelumnya banyak kali dilakukan terhadap saudara Natalis Pigai.

Rakyat Papua Bersatu pun mengingatkan bahwa persoalan rasisme dapat menciptakan gangguan keamanan dan ketertiban maupun eskalasi tensi sosial politik sebagaimana telah terjadi pada pertengahan hingga akhir

tahun 2019.

Terkait hal tersebut, tokoh intelektual Papua, Wilhelmus Pigai mengatakan, telah menyampaikan petisi tersebut kepada Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Papua meminta dalam jangka waktu satu kali 24 jam, pelaku dugaan rasisme Ambrocius Nababan harus segera dijemput dan diproses hukum.

"Kami berharap ada langkah cepat yakni dilakukan penjemputan terhadap yang bersangkutan sehingga masyarakat bisa tetap tenang," kata Wilhelmus Pigai saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin malam.

"Kami minta Mabes Polri memproses yang bersangkutan sebelum ada pergerakan perlawanan oleh masyarakat Papua. Kita tidak tahu itu bisa terjadi dan kita berharap tindakan cepat kepolisian bisa mencegah kemungkinan terjadinya konflik".

Terkait hal tersebut, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi isu rasis tersebut.

Dalam rilis Humas Polda Papua, Senin malam, Kapolda menyebut, sudah melapor kepada Mabes Polri dan dalam waktu dekat akan dilakukan proses penegakan hukum terhadap para pelaku, termasuk mereka yang ikut memviralkan adanya ocehan kepada Natalius Pigai yang dianggap rasis.

"Hari ini pelaku akan diamankan ke Mabes Polri untuk di proses hukum. Saya berharap kepada rekan-rekan media untuk sampaikan kepada khalayak umum agar tidak lagi membuat aksi karena para pelaku akan di proses hukum," katanya.

Ia mengatakan, siapa pun yang melakukan tindakan perbuatan melawan hukum, maka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.

"Untuk itu diimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi, serahkan sepenuhnya perkara ini ditangani oleh pihak berwajib," ujarnya menambahkan (Salmawati Bakri)