Natalius Pigai: Jokowi Perlu Bertindak Tegas Soal Rasisme
Foto: Ilustrasi ajakan hentikan rasisme.
Foto: Ilustrasi ajakan hentikan rasisme.

Papua60detik - Mantan komisioner Komnas HAM ,Natalius Pigai menjadi sasaran serangan rasisme di media sosial yang diduga dilakukan oleh Ambroncius Nababan. Pelaku merupakan Ketua Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin).

Pada akun facebook miliknya, Ambroncius Nababan menanggapi komentar Natalius Pigai yang menolak penyuntikan vaksin covid-19 diwajibkan. Tapi gambar yang ia pasang, adalah Natalius Pigai berdampingan dengan seekor gorila.

Menanggapi hal tersebut, Natalius Pigai mengungkap, orang Papua sudah kerap ditimpa rasisme kolektif.

Selama pemerintahan Joko Widodo, ungkapnya, pembantaian, pembunuhan dan kejahatan HAM di Papua cenderung didasari rasisme seperti yang terjadi pada 2019 lalu.

"Seluruh kejahatan di Papua didasari oleh kebencian rasial. Orang Papua tidak akan pernah bisa hidup nyaman dengan bangsa rasialis. Jakarta harus buka kran demokrasi dengan rakyat Papua. Kalau tidak maka saya khawatir instabilitas bisa terjadi karena konflik rasial di Papua. Saya orang pembela kemanusiaan berkewajiban moral untuk ingatkan," ujarnya kepada Papua60detik, Senin (25/1/2021).

Menurutnya, perlakuan dan penanganan kasus rasisme yang demikian harus dihentikan. Natalius Pigai meminta Presiden Joko Widodo harus bertindak tegas.

"Pak Presiden Jokowi juga harus membangun sistem pengelolaan negara yang lebih baik dan berorientasi kepada hak asasi manusia serta demokrasi berkeadilan. Dan non diskriminasi secara sistemik," ujarnya.

"Jadi merubah sistem juga membersihkan orangnya. Jadi tidak hanya satuan-satuan begitu ecek-ecek itu nggak bisa".

Ia menjelaskan saat ini orang Papua tengah berjuang melawan rasisme yang dalam hitungannya sudah berlangsung selama lebih dari 50 tahun.

"Pelaku yang pemegang remote control-nya itu ada di dalam kekuasaan. Mereka-mereka yang mengeluarkan pernyataan rasis itu bukan aktor utama. Aktor utama ada di dalam lingkaran," imbuhnya.

Serangan rasisme yang dilakukan Ambroncius Nababan setelah Natalius Pigai memberikan komentar menolak mewajibkan warga negara Indonesia divaksinasi covid-19.

Natalius Pigai menyebut, pemerintah tidak boleh memaksa jika ada warga yang menolak karena itu adalah hak asasi manusia.

Pantauan Papua60detik di berbagai media sosial Facebook, Twitter, Instagram hingga WhatsApp, dukungan kepada Natalius Pigai terus bermunculan.

Para warganet itu yang bukan hanya dari warga Papua merasa kecewa dan meminta agar pelaku segera diproses hukum. (Salmawati Bakri)