Besok, Menko PMK dan Kepala BNPB Temui Warga Terdampak Cuaca Ekstrem di Puncak
Tanaman warga gagal panen akibat musim kemarau diiringi cuaca ekstrem di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.  Foto: Istimewa
Tanaman warga gagal panen akibat musim kemarau diiringi cuaca ekstrem di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Foto: Istimewa

Papua60detik - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhajir bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dijadwalkan bertolak ke Kabupaten Puncak, Papua Tengah guna mendukung upaya penanganan darurat kekeringan, Rabu (2/8/2023) besok.

Rombongan Kemenko PMK akan membawa dan menyerahkan langsung dukungan logistik serta peralatan kepada pemerintah daerah setempat.

"Direncanakan besok pagi tiba di Timika. Dan akan melanjutkan ke Kabupaten Puncak yaitu Distrik Sinak untuk menyerahkan bantuan," ujar Dandim 1717/ Puncak, Letkol Inf Jonathan Nidio, Selasa (1/8/2023).

Ia mengatakan, saat ini sebagian warga dari dua distrik terdampak, Agandugume dan Distrik Lembawi telah berada di Sinak setelah berjalan kaki dari kampung masing-masing.

"Masyarakat akan berada di Sinak dan menerima bantuan," ujar Nidio.

Musim kemarau yang diiringi cuaca dingin ekstrem memicu terjadinya gagal panen hingga membuat warga Distrik Agandugume dan Lambewi kesulitan mendapatkan bahan makanan sejak bulan Juni. 

Kekeringan itu juga menyebabkan warga setempat kesulitan mendapatkan air bersih. Enam warga, lima orang dewasa dan seorang bayi dilaporkan meninggal dunia, diduga karena diare dan dehidrasi.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Puncak per Minggu (30/7/2023), bencana kekeringan ini telah berdampak pada kurang lebih 7.500 jiwa.

Adapun penanganan darurat yang telah dilakukan meliputi penyelidikan epidemiologi kepada para korban yang meninggal dunia oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah. Selain itu distribusi bantuan makanan dan obat-obatan serta penyuluhan kesehatan juga dilakukan secara berkala. Operasi pemantauan dan penanganan kesehatan ini juga didampingi oleh Emergency Medical Team (EMT) Regional Papua.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Puncak, Panglima TNI dan Kementerian Sosial sebelumnya telah mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan ke Distrik Sinak. (Amma)