Dorong Papua Cerdas & Produktif, Ratusan Peserta Ikuti Pelatihan AI di Timika
Ratusan peserta dari berbagai latar belakang mengikuti program Artificial Intelligence (AI) Ignition Road to Timika, foto: Martha/ Papua60detik
Ratusan peserta dari berbagai latar belakang mengikuti program Artificial Intelligence (AI) Ignition Road to Timika, foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Sebanyak 277 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti program Artificial Intelligence (AI) Ignition Road to Timika yang digelar oleh Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua dan Grasberg Academy by koreri.com dan difasilitasi oleh PT. Freeport Indonesia, Kamis (30/04/2026).

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Velix Wanggai mengatakan kegiatan ini sebuah gerakan kolaborasi dalam melakukan pendekatan yang menjadi bagian dalam transformasi pembangunan di tanah Papua.

"Kami menyadari bahwa pemerintah juga memiliki keterbatasan sehingga membutuhkan simpul-simpul sosial strategis lain untuk sama-sama mewujudkan Papua sehat, Papua cerdas, Papua produktif," ujar Velix. 

Ia menjelaskan, di era digital ini kemajuan teknologi teknologi yang sedang terjadi adalah hadirnya Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, AI bisa menjadi bagian di dalam terobosan-terobosan pembangunan di tanah Papua. 

"Kita hari ini tidak bisa membangun dengan cara-cara yang konvensional saja, tapi kita harus membangun dengan cara-cara baru, desain baru, cara delivery baru di dalam mencapai target-target pembangunan di tanah Papua," tambahnya. 

Velix menekankan pentingnya keberlanjutan program pasca pelatihan. Ia berharap peserta tidak hanya berhenti pada tahap belajar, tetapi mampu mengembangkan dan membagikan pengetahuan yang diperoleh.

Sementara itu, Vice President Community Relations PTFI, Engel Enoch, menyebut pentingnya pelatihan AI untuk membekali generasi muda dengan keterampilan masa depan.

Menurutnya, untuk membangun Papua butuh kebersamaa semua stake holeder serta kolaborasi dalam mengelola  SDM di Papua. Hal ini penting karena ketergantungan pada sektor pertambangan sebagai sumber daya alam utama di Papua tidak dapat berlangsung selamanya. Oleh karena itu diperlukan SDM yang unggul untuk menghadapi masa tersebut. 

"Ini sangat penting karena seperti yang kita ketahui, tambang itu ada masanya, ada waktunya untuk berakhir. Sehingga pengembangan SDM itu sangat penting untuk menghadapi saat kita tidak beroperasi lagi," jelasnya. 

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot menilai pelatihan ini sebagai langkah konkret dalam menghadapi era digital yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan kompetensi tinggi.

Ia menegaskan bahwa perkembangan artificial intelligence (AI) telah menjadi realitas yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk cara kerja, pengambilan keputusan, hingga pelayanan publik.

"Keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari proses, tetapi dari implementasi nyata setelah kegiatan berakhir," harapnya. 

Ananias menyebut Pemerintah Kabupaten Mimika menaruh harapan besar kepada para peserta sebagai generasi yang akan menentukan arah kemajuan daerah ke depan.

"Ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti di ruang pelatihan, tetapi harus diwujudkan dalam inovasi nyata yang berdampak bagi masyarakat," pungkasnya. (Martha)