Program Kampung Sehat YPMAK Dorong Pencegahan Penyakit & Perbaikan Gizi
Papua60detik - Program Kampung Sehat milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi dengan lima mitra strategis.
Kepala Divisi Program Kesehatan YPMAK, Henky Womsiwor, mengaku program Kampung Sehat kini memasuki tahun kedua dengan pendekatan terintegrasi antara kesehatan dan budaya lokal.
Tim terdiri dari tenaga kesehatan seperti perawat, bidan, analis, serta tenaga kesehatan masyarakat. Selain menjalankan pelayanan kesehatan, tim juga melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan berkoordinasi bersama Puskesmas, Pustu, da pemerintahan tingkat distrik dan kampung.
Lima Mitra tersebut adalah Yayasan Siklus Sehat Indonesia, Yayasan Care Peduli, Yayasan Rumsram, Yayasan Ekologi Papua, dan Yayasan Papua Lestari. Saat ini, Yayasan Siklus Sehat Indonesia juga berperan dalam melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program oleh para mitra.
"Untuk tahun kedua program kesehatan masyarakat untuk program kampung sehat terintegrasi dengan kesehatan budaya saat ini. Di tahun 2026, tim ini sudah kami tempatkan sejak Februari sampai saat ini bulan April," ujar Henky saat diwawancarai, Kamis (23/04/2026).
Tim kampung sehat telah melayani di 16 kampung di tujuh distrik. Lima kampung sedang dipersiapkan menjadi kampung bebas Open Defecation Free (ODF), yakni Kampung Ohotia (Distrik Mimika Timur Jauh), Kampung Amungun dan Emkomahalama (Distrik Agimuga), serta Kampung Aikawapuka dan Mioko (Distrik Mimika Tengah).
Program kampung sehat fokus pada upaya preventif dan promotif, seperti pengendalian penyakit menular (malaria, tuberkulosis (TB), dan HIV) serta peningkatan status gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil. Tim juga bekerjasama dengan Faskes milik Pemda dalam upaya pencegahan stunting.
Selain itu, Hengky menyebut edukasi terkait penyakit tidak menular seperti kanker dan diabetes juga menjadi perhatian.
"Edukasi terkait penyakit tidak menular juga menjadi perhatian seperti kanker, diabetes dan gula darah. Pasien kita rujuk bekerjasama dengan RSUD. Tetapi sebenarnya penyakit ini bisa dicegah. Di program kampung sehat tim melakukan kegiatan-kegiatan edukasi untuk melakukan pencegahan," terangnya.
l
Meskipun fokus pada upaya pencegahan, layanan pengobatan tetap diberikan melalui kolaborasi Puskesmas dan Pustu. Hengky menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penyakit.
"Kami juga berharap dukungan dari masyarakat. Kita hanya sebagai petugas kesehatan yang datang untuk membantu, tetapi tugas dari masyarakat itu sendiri, lakukan pencegahan agar tidak sakit," harapnya. (Martha)