Biar Naik Kelas, UMKM Perlu Mitra Pengusaha Besar
Presiden Joko Widodo video conference bersama Dinas PTSP se-Indonesia, Mimika Comand Center (MCC), Senin (18/1/2021). Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik
Presiden Joko Widodo video conference bersama Dinas PTSP se-Indonesia, Mimika Comand Center (MCC), Senin (18/1/2021). Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik

Papua60detik - Presiden Joko Widodo video conference bersama seluruh Dinas PTSP se Indonesia terkait penandatanganan kerjasama dalam rangka kemitraan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Senin (18/1/2021).

Bentuk kemitraan tersebut diperlukan UMKM untuk tumbuh kompetitif dan turut berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.

“Kemitraan UMKM dengan usaha besar ini sangat penting agar UMKM bisa masuk dalam rantai produksi global, meningkatkan peluang UMKM untuk naik kelas, dan meningkatkan kualitas usaha UMKM menjadi lebih kompetitif,” ujarnya dalam sambutan yang disampaikan secara virtual.

Presiden juga meminta pihak terkait untuk dapat menjamin agar kontrak kerja yang ditandatangani sejumlah pihak tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Jokowi berharap agar UMKM dapat terus belajar dan meningkatkan manajemen dan kualitas produknya sesuai dengan keinginan pasar untuk naik kelas.

“UMKM harus bisa memanfaatkan kerja sama kolaborasi dengan usaha-usaha besar ini agar bisa menaikkan kelasnya,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pada Januari 2021, kerja sama yang terjalin melalui program ini telah melibatkan 196 pengusaha besar dan 56 pelaku UMKM. Adapun nilai kerja samanya mencapai Rp 1,5 triliun.

"Pengusaha-pengusaha besar yang ada di kota ini tidak boleh ego sektoral. Mereka harus mengandeng perusahaan kecil itu sesuai apa yang disampaikan bapak Presiden," kata Kepala Dinas PTSP Mimika, Willem Naa.

Ia menegaskan, para pengusaha besar tidak boleh lagi melakukan monopoli usaha-usaha sendiri. Tetapi juga harus memberikan peluang kepada pengusaha-pengusaha kecil yang ada.

Menindaklanjuti hasil penandatanganan kemitraan tersebut, Willem mengungkapkan, dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan OPD terkait dan para pengusaha besar untuk duduk bersama untuk meminta masukan terkait perintah Presiden Joko Widodo untuk kepentingan pengusaha-pengusaha kecil khusunya para pengusaha kecil asli Papua.

"Minggu ini kami akan berdiskusi dengan Dinas Koperasi dan para pengusaha untuk menindaklanjuti hal tersebut," ujarnya. (Fachruddin Aji)