BNNK Mimika Musnahkan Ratusan Paket Sabu Hasil Sitaan dari Kandang Ayam
BNNK didampingi kepolisian dan kejaksaan memusnahkan ratusan paket sabu, Rabu (22/9/2022). Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik
BNNK didampingi kepolisian dan kejaksaan memusnahkan ratusan paket sabu, Rabu (22/9/2022). Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik

Papua60detik - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika memusnahkan barang bukti 121 paket narkotika jenis sabu di halaman kantor BNNK Jalan Cenderawasih, Rabu (22/9/2022). 

Barang bukti tersebut merupakan milik tersangka berinisial A yang ditangkap di Jalan Kartini Ujung, Sabtu (11/9/2021) malam. 

Pantauan papua60detik, Kepala BNNK Mimika Kompol Mursaling didampingi Kasat Resnarkoba AKP Mansur dan petugas kejaksaan memusnahkan barang bukti dengan cara melarutkan ratusan paket sabu ke dalam air mendidih. Larutan tersebut dibuang oleh tersangka A ke tanah hingga habis.

Kompol Mursaling menyebut, barang bukti milik pelaku sebanyak 123 paket dengan total berat 111,48 gram. Yang dimusnahkan hanya 121 paket, dua paket lainnya telah dikirim ke laboratorium forensik Makassar dengan hasil positif narkotika jenis sabu. 

"Dua paket lainnya digunakan untuk sampel pemeriksaan di laboratorium forensik Makassar dan untuk penyidikan serta pembuktian saat di persidangan nanti," ujarnya usai pemusnahan. 

Ia mengatakan, tersangka adalah pemain yang baru bergabung dengan jaringan Madura, Jawa Timur. 

"Tersangka A itu sebenarnya tidak tahu bagaimana menjualnya, tapi kemudian dikendalikan sama IF yang di Madura itu. Jadi A di Timika hanya pergi menempel di titik-titik sesuai yang dijanjikan bersama calon pembeli," jelasnya Mursaling. 

Dari hasil penjualan, A mendapatkan bonus Rp.100 ribu per paket. Tapi jatah itu ia dapatkan kalau sudah terjual sebanyak 50 bungkus. Celakanya, sampai saat ditangkap baru 27 bungkus yang terjual. 

Petugas BNNK Mimika pun melakukan koordinasi bersama BNN Provinsi Papua untuk melakukan pengejaran terhadap jaringan yang berinisial IF. 

"Saya sudah berangkat ke BNN Provinsi supaya bisa koordinasi ke BNN Madura," tutupnya. (Salmawati Bakri)