Bunga Tinggi, Kredit PUM Bank Papua di Timika Tidak Begitu Diminati Mama-Mama Papua
Pelayanan di Bank Papua Kantor Cabang Timika, Kamis (18/2/2021). Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Pelayanan di Bank Papua Kantor Cabang Timika, Kamis (18/2/2021). Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Kredit Pinjaman Usaha Mikro (PUM) Bank Papua yang diperuntukkan bagi pengusaha mama-mama Papua tidak begitu diminati di Timika.

Terbukti sejak Januari 2021 hingga Februari baru ada dua debitur di Kantor Cabang (Kanca) yang mengajukan kredit ini.

Padahal persyaratannya sangat mudah dan hampir sama dengan pengajuan kredit lain pada umumnya yakni surat keterangan usaha dari kelurahan, orang asli papua (OAP), berKTP di wilayah kerja Bank Papua tempat pengajuan.

Kepala Departemen Kredit Bank Papua Kanca Timika, Muhtardi mengatakan salah satu penyebab utama kurangnya peminat kredit ini adalah tingginya bunga yang ditawarkan yakni 10 persen dengan pinjaman maksimal Rp10 juta.

“Data keseluruhannya belum kita rampungkan dari masing-masing KCP. PUM ini berjalan cuma tidak lancar seperti yang lain karena memang bunganya sedikit tinggi yakni 10 persen itu karena kredit PUM ini adalah produk kita sendiri jadi memang bunganya agak tinggi,” kata saat ditemui, Kamis (18/2/2021).

Ia mengatakan kredit PUM kalah saing dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang juga dilayani di Bank Papua karena bunganya hanya 6 persen dengan rentang kredit mulai Rp500 ribu sampai Rp500 juta.

“Kalau sejauh ini lebih banyak yang memanfaatkan KUR dibandingkan PUM karena bunganya yang kecil,” katanya.

Selain perbedaan bunga, hal lain yang mencolok adalah jangka waktu pembayaran kreditnya. PUM hanya satu tahun, tetapi kalau KUR bisa sampai tiga tahun.

Adapun kuota KUR yang wajib disalurkan Bank Papua Kanca Timika di tahun 2021 ini yakni Rp5,4 miliar. Sementara untuk penyaluran kredit PUM tidak diberi target. (Anti Patabang)