Buntut Kecelakaan Maut, Jalan Cenderawasih Depan DPRD Dipalang Warga
Sekelompok warga memblokade Jalan Cenderawasih depan Kantor DPRD Mimika, Jumat (32/10/2021). Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik
Sekelompok warga memblokade Jalan Cenderawasih depan Kantor DPRD Mimika, Jumat (32/10/2021). Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik

Papua60detik - Sekelompok warga memblokade jalan Cenderawasih depan Kantor DPRD Mimika, Jumat (22/10/2021).

Mereka memalang dengan membakar kayu dan membentangkan spanduk permintaan pertanggungjawaban akibat kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan Malianus Janampa meninggal dunia beberapa waktu lalu. 

Pantauan lapangan, para warga  yang mengatasnamakan keluarga korban meminta pelaku penyebab  kematian Malianus segera bertanggung jawab dengan memberikan ganti rugi uang senilai Rp5 miliar. 

Sempat terjadi cekcok, warga bersikeras ingin menyelesaikan permasalahan itu di lokasi pemalangan.

Aparat kepolisian dipimpin Kapolsek Mimika Baru AKP Oscar Fajar Rahadian langsung merespon kejadian tersebut. Warga diberi pemahaman agar unjuk rasa mereka tidak menggangu ketertiban.

Pasalnya, akibat pemalangan itu membuat arus lalu lintas Jalan Cenderawasih sempat macet.

Situasi akhirnya bisa dikendalikan. Warga yang melakukan pemalangan kemudian berkumpul di lahan kosong depan kantor DPRD.

"Pemalangan ini dipicu adanya laka lantas antara kendaraan roda enam dan roda dua yang mengakibatkan pengendara roda dua meninggal dunia," kata AKP Oscar saat ditemui usai pemalangan.

Katanya, kasus kecelakaan yang dialami almarhum Malianus saat ini sudah ditangani Satlantas Polres Mimika. 

"Kami akan melakukan tindakan tegas terukur apabila sudah mengganggu ketertiban umum lalu lintas kepada oknum yang mengarahkan orang melakukan pemalangan," tegas Oscar.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan yang mengakibatkan Melianus meninggal dunia terjadi pada Senin (18/10/2021) lalu. Korban ditabrak oleh truk di Jalan Cenderawasih.

Truk yang dikemudikan oleh pelaku diduga berasal dari perusahaan yang mengangkut material pasir di lahan kosong tepat di depan Kantor DPRD. (Salmawati Bakri)