Desak Honorarium Segera Dibayar, Relawan PON di Mimika Bakar Ban
Relawan PON XX Papua Klaster Mimika melakukan pemalangan Jalan Hasanudin, Jumat (5/11/2021). Foto: Salmawati Bakri/ Papua60detik
Relawan PON XX Papua Klaster Mimika melakukan pemalangan Jalan Hasanudin, Jumat (5/11/2021). Foto: Salmawati Bakri/ Papua60detik

Papua60detik - Kesabaran ratusan relawan PON XX Papua Klaster Mimika tampaknya makin menipis. 

Jumat (5/11/2021), mereka melumpuhkan Jalan Hasanudin depan sekretariat Bidang SDM dengan membakar ban sebagai tuntutan atas kepastian pembayaran honorarium atau pengganti biaya transportasi.

Relawan menilai, panitia penyelenggara PON XX Papua hanya memberikan janji manis semata. Tak tahu kapan realisasi pembayaran tersebut. 

"Mereka janjinya lagi hari Senin dan Selasa (8-9/11/2021)," kesal para relawan.

Beruntung, aparat keamanan yang mendapat informasi aksi tersebut langsung merespon TKP dan melakukan pembersihan. Jalan Hasanudin kembali dapat diakses 

Sekertaris Umum Sub PB PON XX Klaster Mimika, Cessar A Tunya turun langsung meminta agar relawan tetap bersabar. 

Cessar menjelaskan, telah berkoordinasi dengan bendahara umum PB PON mengenai administrasi hingga ke pihak Bank sebagai penyalur. 

"Saya hadir sebagai bentuk tanggung jawab terhadap hak yang belum diselesaikan. Prosesnya bukan saya. Sebagai Sekum Klaster Mimika, belum terbayarnya honor relawan yang jumlahnya 3892, saya berusaha mengkomunikasikan dengan bendahara umum PB PON mengenai administrasi," ujarnya kepada wartawan.

"Kita tunggu proses dari PB PON. Sekarang sisa ke Bank. Karena rekening penampung sudah terbentuk. Senin dan Selasa paling lambat jam 12 malam (sudah terbayarkan)," ujarnya menambahkan. 

Kendati demikian, Cessar mengaku tidak mengetahui besaran honorarium yang akan diterima relawan. 

"Itu teknis di SDM. Diaturan hitungannya 20 hari kerja," imbuhnya. (Salmawati Bakri)