Diduga Ada yang Bermain Mobil Tangki BBM di Merauke, Anwar: Kami akan Cek
Papua60detik - Sulitnya mendapat bahan bakar minyak (BBM) subsidi di SPBU hingga kini masih tetap jadi pertanyaan warga Merauke. Setiap hari antrian di SPBU tidak pernah sepi. Bahkan ada yang bermalam di jalan hanya untuk mendapat BBM subsidi.
Kini beredar informasi, kelangkaan ini salah satunya disebabkan praktik memindahkan BBM subsidi dari mobil tangki merah ke tangki biru atau non subsidi. BBM tersebut lalu dijual dengan harga lebih tinggi.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Sales Branch Manager Rayon III PT Pertamina, Anwar Hidayat mengatakan, belum pernah menemukan penyalahgunaan dengan modus pemindahan BBM dari mobil tangki merah ke biru selama ia menjabat.
“Kalau ada informasi seperti ini, kami akan lakukan pengecekan di lapangan,” ujar Anwar di ruang kerjanya, Senin (22/8/2022).
Ia memastikan PT Pertamina akan memberi sanksi tegas. Sanksi terberatnya Pemutusan Hubungan Usaha (PHU). Pengusaha yang sudah di PHU oleh PT Pertamina akan diblacklist dan tidak bisa lagi berbisnis BBM.
“Kita tidak main- maik apabila ada oknum pengusaha yang nakal maka akan di PHU," tegasnya.
Anwar mengatakan, apapun modusnya, jika menjual BBM subsidi dengan harga non subsidi jelas melanggar hukum.
“Kalau di dalam Perpres, itu merupakan penyalahgunaan BBM subsidi bisa disanksi 3 tahun penjara dan denda Rp3 miliar,” bebernya. (Ami)