Dinkes Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Gebyar PON di Timika Indah
Penonton memadati Gebyar PON XX di lapangan Timika Indah, Jumat (15/10/2021) malam. Foto: Salmawati Bakri/ Papua60detik
Penonton memadati Gebyar PON XX di lapangan Timika Indah, Jumat (15/10/2021) malam. Foto: Salmawati Bakri/ Papua60detik

Papua60detik - Ribuan warga memadati lokasi perhelatan gebyar penutupan PON XX Papua Klaster Mimika di lapangan Timika Indah, Jumat (15/10/2021).

Meski masih dalam pandemi Covid-19, namun kerumunan orang tak dapat dihindari.

Tak hanya di dalam lapangan, ribuan warga lainnya juga menumpuk di depan pagar pintu masuk. 

Hampir sepanjang Jalan Belibis dan seputaran bundaran Timika Indah-Budi Utomo jalur ke lampu merah merah Diana juga dipadati warga.  

"Bisa dipastikan yang masuk dalam lapangan itu adalah warga yang sudah divaksin. Sedangkan yang di luar, kemungkinan besarnya yang tidak divaksin," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Mimika Reynold Ubra.

Ia mengatakan, acara penutupan PON XX 2021 Klaster Mimika seharusnya menerapkan sistem zonasi. Khusus penonton, berada di zona 3 yang mestinya dibatasi 30 persen. Tapi faktanya jumlah penonton sudah melampaui batas zonasi itu.

"Hari ini PPKM level dua, dan sebentar lagi akan ada event Pesparawi. Semoga dua minggu lagi tidak terjadi lonjakan kasus (Covid-19)," ujarnya.

Dinkes sudah menyiagakan tim kesehatan sejak pagi sebelum acara dimulai dan membagikan ribuan masker.

Sejak pagi hingga siang, calon penonton diwajibkan swab antigen. Sementara pada sore hingga malam, akibat membludaknya warga maka hanya disyaratkan bukti sertifikat vaksinasi Covid-19.

"623 orang (penonton yang masuk) sudah diswab dan hasilnya nonreaktif. Sementara yang lainnya sudah kita swab juga," katanya. (Salmawati Bakri)