Disnak & Keswan Periksa Post Mortem Hewan Kurban di 34 Titik
Penyembelihan hewan kurban di Masjid Miftahul Huda LDII, Kamis (29/6/2023). Foto: Faris/ Papua60detik
Penyembelihan hewan kurban di Masjid Miftahul Huda LDII, Kamis (29/6/2023). Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Mimika menurunkan 36 petugas melakukan pemeriksaan post mortem dan memastikan proses pemotongan hewan layak dan memenuhi standar kesehatan. Pemeriksaan dilakukan pada 34 titik, Kamis (29/6/2023).

Kepala Disnak & Keswan, drh Sabelina Fitriani saat melakukan pemantauan di Masjid Miftahul Huda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)  menilai, tempat tersebut telah memenuhi standar kelayakan pemotongan hewan dan kesejahteraan hewan. 

“Di sini sangat memenuhi standar kelayakan pemotongan hewan dan kesejahteraan hewan, paling bagus, patut dicontoh. Masukan dari kami selalu mereka respon sehingga setiap tahun ada perubahan yang lebih baik,” katanya.

LDII misalnya telah memenuhi standar dengan memisahkan tempat penyembelihan dengan tutup terpal agar tak dilihat oleh anak-anak dan sapi yang masih hidup. Katanya, sapi bisa stres dan memengaruhi kualitas dagingnya.

LDII juga sudah memisahkan tempat pemotongan dan pembersihan jeroan terakhir.  Darah hewan kurban pun dibuang dalam di lubang khusus.

“Jadi pihak masjid benar-benar memisahkan semuanya dengan sangat baik dan sangat memenuhi standar kelayakan,” ujarnya.

Dari pemeriksaan tim Disnak & Keswan ditemukan satu ekor sapi yang mengandung cacing hati. Khusus bagian hati dibuang. Sabelina memastikan cacing hati yang ditemukan tidak merusak kualitas daging.

“Tapi hasil keseluruhan (34 titik) belum ada. Kalau sudah ada kami akan sampaikan,” kata Sabelina.

Pengemasan daging pun punya standar kelayakan sendiri yaitu menggunakan kantong plastik bening. 

“Kalau kantong plastik berwarna tidak layak karena tidak higienis. Di Masjid LDII ini mereka gunakan kantong plastik bening,” ujarnya. (Faris)