Disnak Pastikan Tak Ada Lagi Daging dan Bahan Olahan Babi Masuk Ke Timika
Papua60detik - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak dan Keswan) Mimika, Yosefin Sampelino memastikan tidak ada lagi babi, daging babi termasuk dendeng dan bahan olahannya yang masuk ke Kota Timika.
Kebijakan itu menyusul terbitnya Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan tentang Peningkatan Kewaspadaan Penyakit African Swine Fever (ASF) atau demam babi yang ditularkan melalui babi dan bahan olahan babi.
“Kalau pengawasan di bandara dan pelabuhan ada Karantina kan tapi kami terus melakukan koordinasi. Tapi sampai saat ini belum ada temuan daging babi dari luar,” katanya, Selasa (26/1/2021).
Ia mengatakan, babi dan dagingnya sebenarnya sudah sejak lama dilarang masuk Kabupaten Mimika Pasalnya Mimika sudah swasembada babi.
“Di sini kita punya daging babi berlebih, bagaimana bisa datangkan lagi dari luar. Kan tidak mungkin. Tidak ada yang masuk. Disini daging babi sudah banyak karena ada covid-19 jadi babi-babi yang tidak laku,” ungkapnya.
Selain itu ia juga memastikan jika tak ada lagi bahan pangan olahan babi yang masuk dan dipasarkan dimini market. Semuanya sudah ditarik Tim Disnak dan Keswan sejak Desember 2020 lalu.
“Semua sudah tidak ada lagi. Waktu itu mungkin sudah terlanjur kasih masuk tapi sekarang sudah tidak ada. Tidak ada yang boleh masuk lagi. Karena apa itu bisa membawa penyakit,” tegasnya.
Perlu diketahui penyakit ASF merupakan penyakit yang disebabkan virus DNA dengan untai ganda dari genus Asfivirus dan famili Asfarviridae ini memang tidak menular ke manusia, tetapi sangat mengancam populasi babi serta bedampak pada kerugian ekonomi yang sangat besar.
Yosefin mengatakan penyakit ini hampir sama dengan dengan hog kolera yang disebabkan virus hog cholera. Sama-sama mematikan babi sehingga sangat merugikan para peternak.
“Bagaimana kalau itu masuk, itu berbahaya sekali. Jadi sekarang sudah tidak ada yang masuk,” tutupnya. (Anti Patabang)