Distrik Kwamki Narama Bakal Bikin Koperasi Merah Putih, Beli Hasil Kebun Warga
Musrenbang tingkat distrik oleh Distrik Kwamki Narama, foto: Martha/Papua60detik
Musrenbang tingkat distrik oleh Distrik Kwamki Narama, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Kwamki Narama menghasilkan sebanyak 167 usulan  pada Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik tahun 2026, Jumat (06/03/2026). 

Kepala Distrik Kwamki Narama, Edwin Hanuebi mengatakan sejumlah program prioritas yang diusulkan merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dan penurunan angka stunting. 

Pemerintah distrik Kwamki Narama juga mengusulkan pembentukan Koperasi Merah Putih di tingkat distrik sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat. Koperasi tersebut direncanakan dikelola secara bersama oleh pemerintah distrik, aparat keamanan, serta organisasi kepemudaan seperti KNPI dan IPKN.

“Sesuai arahan Bapak Kapolda dan Bapak Bupati, kami juga mengusulkan pembentukan Koperasi Merah Putih. Nantinya koperasi ini akan dikelola bersama oleh distrik, Polsek, pemuda, serta organisasi kepemudaan agar masyarakat bisa menyalurkan hasil usaha mereka melalui koperasi," ujar Edwin saat diwawancarai. 

Ia berharap keberadaan koperasi ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk memasarkan hasil usaha sekaligus memberikan aktivitas ekonomi yang positif bagi warga. Warga pun nantinya memiliki ketika  positif dan tidak berpengaruh pada hal-hal negatif. 

"Harapan kami masyarakat bisa membawa hasil usaha mereka ke koperasi untuk ditukar atau dijual. Dengan begitu mereka memiliki kegiatan ekonomi yang produktif dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang merugikan," terangnya. 

Selain melanjutkan program lama, kata Edwin, program-program baru yang dinilai penting untuk mendukung pembangunan wilayah juga masuk dalam sebagian usulan. Beberapa di antaranya pelebaran jalan, lampu penerangan jalan, serta pengembangan sektor pariwisata. 

Menurutnya, potensi budaya lokal di wilayah tersebut sangat besar dan perlu diangkat menjadi kegiatan positif yang mampu melibatkan masyarakat secara luas.

"Kami melihat potensi seni dan budaya sangat besar di wilayah kami. Masyarakat punya semangat yang kuat, bahkan yang dulu sering muncul dalam bentuk konflik suku atau keluarga, kami ingin arahkan menjadi kegiatan seni dan budaya," tambahnya. 

Ia berharap melalui pendekatan budaya, akan dapat mengubah energi sosial masyarakat menjadi kegiatan yang lebih produktif sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.

"Masyarakat kami apabila dia punya niat perang suku, perang keluarga, kami coba balik dia menjadi perang seni budaya. Supaya masyarakat terlibat kegiatan budaya dan pada saat yang sama ekonomi juga bisa bergerak," pungkasnya. (Martha)