Dugaan Malapraktik RSMM, Investigasi Komite Medik Tak Kunjung Keluar
Kasat Reskrim Polres Mimika Iptu Bertu Harydika Eka Anwar Foto: Dok/ Papua60detik
Kasat Reskrim Polres Mimika Iptu Bertu Harydika Eka Anwar Foto: Dok/ Papua60detik

Papua60detik - Kasus dugaan malapraktik RSMM terhadap salah satu pasien, Alberta Pakage beberapa waktu lalu seperti jalan di tempat. 

Hingga saat ini penyidik Satreskrim Polres Mimika masih koordinasi dengan tim Komite Medik RSMM, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Mimika, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).

Kasat Reskrim Polres Mimika Iptu Bertu Hardyka Eka Anwar mengaku telah meminta hasil investigasi namun belum diberikan. 

"Untuk RSMM kita sementara meminta hasil investigasi dari Komite Medic RSMM, jadi terkait dugaan malapraktik atau kealpaan dalam prosedur pelaksanaan operasi ini itu harus ada hasil investigasi dari Komite Medik. Kemudian kita harus juga berkoordinasi dengan IDI dan FOGI," ujarnya saat ditemui di kantor Satreskrim Polres Mimika Jalan Agimuga Mile 32, Senin (10/1/2022).

Ia mengatakan, kasus tersebut bukanlah kasus kesengajaan yang menghilangkan nyawa orang lain. Namun disebut sebagai kealpaan dalam pelaksanaan prosedur operasi.

"Tidak ada yang inginkan untuk meninggal dunia dan dokter pun tidak ada niat untuk membunuh pasiennya. Namun karena di sini ada alpa, itulah gunanya kita lakukan penyelidikan, penyidikan dan juga dibantu pihak kedokteran supaya tidak terjadi hal-hal yang sama di kemudian hari," kata Bertu. 

Terhadap kasus tersebut, ia mengatakan, hasil investigasi tim internal diperlukan lantaran kepolisian tidak memahami prosedur penanganan keselamatan kesehatan.

"Sampai sekarang yang bisa mengerti itu mereka. Pihak kepolisian tidak tahu standar prosedur mereka. Maka dari itu kita sementara serahkan ke komite medik. Tapi itu tidak mutlak, itu menjadi acuan kita penyidik untuk mengambil keputusan. Apakah ini dibilang malpraktik atau tidak, jadi belum mutlak," katanya. 

Alberta Pakage menjalani operasi caesar di RSMM. Namun pasca operasi ia mengeluhkan sakit perut, mual dan muntah. Belakangan terbukti ada kain kasa tertinggal di dalam perut Alberta pada saat operasi. Ia meninggal dunia setelah operasi kedua di RSMM.

Kasus ini terungkap dari dari video yang sempat viral di media sosial yang menunjukkan petugas medis berupaya mengeluarkan kain kasa dari perut pasien Alberta Pakage.

Belakangan, manajemen RSMM dalam konferensi pers mengakui terjadi kelalaian pada operasi pertama. Kain kasa tersebut merupakan kain yang tertinggal saat operasi caesar pada 26 Agustus lalu. (Salmawati Bakri)