Dukung Swasembada Pangan, Ketua Komisi IV DPRK Mimika Serap Aspirasi Petani SP4
Ketua Komisi IV DPRK Mimika, Elinus Mom saat mengunjungi petani di SP 4 Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, Mimika, Papua Tengah, Selasa (14/7/2026). Foto: Joe Situmorang/Papua60Detik
Ketua Komisi IV DPRK Mimika, Elinus Mom saat mengunjungi petani di SP 4 Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, Mimika, Papua Tengah, Selasa (14/7/2026). Foto: Joe Situmorang/Papua60Detik

Papua60Detik - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Elinus Balinol Mom menggelar reses tahap II di SP 4, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, Mimika, Papua Tengah, Selasa (14/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, para petani menyampaikan aspirasi terkait melambungnya harga obat-obatan pertanian, kelangkaan bibit, perlunya perluasan lahan pertanian, hingga akses infrastruktur jalan.

"Kami saat ini kesulitan mendapatkan obat-obatan dan bibit karena harganya terus melonjak. Kami sangat berharap pemerintah daerah bisa membantu pengadaan pupuk, bibit, dan obat-obatan pertanian yang terjangkau," ujar salah seorang petani.

Selain masalah modal dan sarana produksi, para petani juga menyoroti akses jalan menuju lahan pertanian yang perlu perbaikan guna memudahkan para petani saat distribusi hasil panen mereka.

"Kami meminta ada perbaikan jalan masuk dari arah sekolah Taruna Papua sampai ke lahan sini," tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Elinus menyampaikan, akan segera melakukan koordinasi dengan dinas-dinas teknis terkait agar keluhan warga segera mendapat solusi konkret.

"Terkait kelangkaan dan tingginya harga bibit serta obat-obatan ini, kami akan segera dorong dan cek langsung ke dinas," ujarnya.

Elinus menilai, sektor pertanian adalah pilar krusial yang wajib dibina dan mendapat perhatian penuh dari pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan petani lokal merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan di Mimika.

"Petani lokal ini harus kita bina secara berkelanjutan. Mereka yang memenuhi kebutuhan pangan kita sehari-hari. Kalau sektor ini diabaikan dan terjadi gagal panen, pasokan komoditi lokal di pasar juga pasti anjlok," ujar Elinus.

Elinus menambahkan, ketahanan pangan berdampak langsung pada perputaran ekonomi daerah dimana masalah di tingkat petani akan langsung memicu kelangkaan dan kenaikan harga di pasar. 

Karena itu, menurutnya program ketahanan pangan di tingkat daerah harus sejalan dengan visi swasembada pangan yang digaungkan pemerintah pusat.

“Program pusat sudah sangat jelas soal swasembada pangan. Kalau program ini kita terapkan dengan serius, pertanian Mimika pasti akan maju kedepannya," pungkasnya. (Joe Situmorang)