Faktor Cuaca, Menko PMK Batal Terbang ke Lokasi Bencana Kabupaten Puncak
Menko PMK, Muhadjir Effendy bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan rombongan tinjau bantuan logistik di Bandara Perintis Mozes Kilangin Timika, Rabu (2/8/2023). Foto: Faris/ Papua60detik
Menko PMK, Muhadjir Effendy bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan rombongan tinjau bantuan logistik di Bandara Perintis Mozes Kilangin Timika, Rabu (2/8/2023). Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy serahkan bantuan 50 ton beras, makanan siap saji dan 4 unit motor trail bagi korban kekeringan dan cuaca ekstrem di Distrik Agandugume dan Lambewi, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Rabu (2/8/2023).

Muhadjir sebenarnya menjadwalkan menyerahkan secara langsung batuan kepada mayarakat di Agandugume namun kerena cuaca, akhirnya penyerahan dilakukan di Timika.

"Bandara Agandugume ini 9000 km di atas permukaan laut sehingga agak kesulitan. Saya pengen langsung ke sana hari ini sebenarnya karena pertimbangan cuaca kita batalkan," katanya saat ditemui awak media di Timika.

Ia mengatakan bencana alam berupa cuaca ekstrim hujan es dan kabut yang melanda dua distrik di Kabupaten Puncak tersebut merupakan siklus tahunan. Cuaca ekstrem berakibat membusukny tanaman khususnya umbi-umbian yang adi bahan makanan pokok masyarakat setempat. 

"Ini sebetulnya sudah terjadi secara periodik, hampir peristiwa tahunan mulai dari Mei Juni Juli. Itu biasanya mulai dengan hujan es dan kabut es. Kabut es ini yang lebih mematikan. Dan itu membuat umbi-umbian membusuk kemudian diikuti udara kering. Pada saat udara kering tidak ada tanaman yang tumbuh itulah penyebabnya," ungkapnya.

Bantuan yang diserahkan Menko PMK sebanyak 12 item yaitu: 50 ton beras, 10 ribu paket makan siap saji, 3 ribu paket Rendang kemasan, 3 ribu paket susu protein, 3 ribu pake sembako, 1.500 paket tenda gulung, 200 paket kasur lipat, 4 unit tenda pengungsi, 3 unit motor trail ada, 5 ribu unit selimut, 2 ribu paket pakaian anak dan 2 ribu paket pakaian dewasa. 

"Kami yakinkan untuk mayarakat yang terdampak ini logistiknya terpenuhi diangkut dengan pesawat dari Timika ke Agandugume karena itu yang lebih dekat," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (Faris)