Festival Budaya Biak 2026 Jadi Ajang Diplomasi Budaya Kawasan Pasifik
Papua60detik - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua menjadikan Festival Budaya Biak 2026 sebagai wadah diplomasi perkuat hubungan masyarakat setempat dengan negara-negara di kawasan Pasifik melalui pendekatan seni, tradisi dan warisan budaya yang memiliki akar sejarah serumpun.
Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor Turbey Onesimus Dangeubun di Manokwari, Papua Barat, mengatakan festival dimaksud tidak hanya menjadi agenda budaya daerah, tetapi telah berkembang menjadi ruang pertemuan budaya masyarakat Indonesia dengan kawasan Pasifik.
“Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 17-21 Oktober 2026, akan dikemas dalam skala lebih luas dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara Pasifik," ujarnya saat ditemui di sela Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV, Rabu (24/6/2026) seperti dikutip dari ANTARA.
Menurut Onesimus, keterlibatan sejumlah komunitas budaya dari wilayah Papua, Maluku, Nusa Tenggara dan negara-negara di kawasan Pasifik pada ajang tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat jaringan kerja sama berbasis kesamaan sejarah, budaya, dan identitas masyarakat rumpun Melanesia.
Konsep diplomasi budaya tidak hanya memiliki peran strategis dalam membangun hubungan yang lebih erat antarmasyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja sama untuk berbagai sektor, seperti sosial, pengembangan ekonomi kreatif, sektor pariwisata, pendidikan hingga pengembangan wilayah lainnya.
“Ada banyak hal yang dapat diperoleh dari diplomasi budaya,” ujar Onesimus.
Dia menyebut Festival Budaya Biak 2026 digelar bertepatan dengan peringatan Hari Kebudayaan Nasional Indonesia pada 17 Oktober, yang diharapkan menjadi momentum memperkuat posisi Biak sebagai salah satu pusat pengembangan budaya dan pariwisata di kawasan timur Indonesia.
Festival tersebut akan menjadi sarana promosi budaya Papua kepada masyarakat nasional dan internasional, memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada negara-negara di kawasan Pasifik, serta memperkuat peran Indonesia dalam membangun hubungan budaya melalui pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
"Melalui festival ini kami ingin mempererat hubungan persaudaraan antarbangsa sekaligus memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kawasan Pasifik," kata Onesimus.
Menurut dia, pemerintah daerah berupaya agar Festival Budaya Biak dapat berkembang menjadi agenda tahunan berskala internasional yang tidak hanya mendukung pelestarian budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
“Kami berupaya agar festivalnya tidak hanya sekadar agenda daerah, tapi menjadi agenda tingkat nasional, sehingga punya dampak ekonomi yang luas,” ucap Onesimus. (Redaksi)