Film Muman Minggil: Kerja Kebudayaan Arnold Ap dan Mambesak
Dua orang personil Mambesak, Danny Mandowen (kiri) dan Jan Piet Ap (Kanan) membacakan ulang teks siaran radio Pelangi Budaya Irian Jaya. (Potongan adegan Film Muman Minggil). Foto: Yonri Revolt
Dua orang personil Mambesak, Danny Mandowen (kiri) dan Jan Piet Ap (Kanan) membacakan ulang teks siaran radio Pelangi Budaya Irian Jaya. (Potongan adegan Film Muman Minggil). Foto: Yonri Revolt

Projek Muman Minggil merupakan projek penelitian yang dimulai sejak tahun 2022 yang dikerjakan oleh Yoikatra yang mencoba untuk melihat kembali gagasan strategi kebudayaan kelompok seni Mambesak di Papua.

Sebagai langkah awal, projek ini membuat film fitur dokumenter yang berisi rangkaian informasi dari personel Mambesak, budayawan, antropolog, dan arsip tentang metode kerja kebudayaan Grup Seni Mambesak di rentang 1978-1984. 

Film ini melihat kembali gagasan strategi kebudayaan Mambesak dalam menggunakan seni sebagai media pendidikan dan aktivisme di masyarakat Papua, serta relevansinya dengan situasi masyarakat sekarang.

Film Muman Minggil disutradarai oleh Mahardika Yudha dan Yonri Revolt ini berdurasi 149 menit dan merupakan hasil kolaborasi antara Himpunan Yoikatra di Timika dan Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih di Jayapura.  

Film ini mendapatkan dukungan penuh oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dan LPDP melalui Program Danaindonesiana. Film ini akan ditayangkan bertepatan dengan Hari Mambesak, pada tanggal 5 dan 9 Agustus 2023 di Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua.

Yoikatra sendiri adalah Organisasi nirlaba-egaliter yang aktif memproduksi, mengarsipkan, dan mendokumentasikan film dan media di Papua. Didirikan di Timika pada 16 Juni 2014 oleh jurnalis, seniman, dan aktivis muda Papua.

Yoikatra telah terlibat dalam produksi berbagai macam film dengan isu Budaya, Perburuhan, Kesehatan dan HAM. Produksi terbaru dari Yoikatra adalah Mayday! May Day! Mayday! (2022), yang memenangkan Peransi Award di Arkipel - Jakarta International Experimental and documentary Film Festival 2022 serta terpilih sebagai Official Selection di Festival Film Dokumenter Jogja dan Internasional Film Festival Rotterdam 2023.

Tempat pemutaran film ini, Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih didirikan pada tahun 1963. Museum ini memiliki koleksi benda-benda etnografi yang berasal dari 270-an suku di Papua. Arnold Ap merupakan salah satu pegawai pertama yang terlibat aktif dalam pengumpulan benda-benda budaya material maupun non material yang menjadi koleksi museum hingga kini.

"Untuk informasi lebih lanjut tentang "Muman Minggil" dan jadwal penayangan, bisa kunjungi laman Instagram atau Facebook Yoikatra di @yoikatra dan laman Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih," sebut Sang Sutrada, Yonri Revolt, Jumat (4/8/2023). (Burhan)