Freeport Target Tambang Kucing Liar Beroperasi 2029
Tambang PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. Foto: Kementerian ESDM
Tambang PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. Foto: Kementerian ESDM

Papua60detik - PT Freeport Indonesia menargetkan tambang bawah tanah Kucing Liar akan beroperasi pada 2029.

“Tahun 2029 juga direncanakan bahwa tambang yang sedang kami kembangkan sekarang, yaitu tambang Kucing Liar, akan mulai bisa ditambang,” ujar Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII di DPR RI, Jakarta, Selasa (14/7/2026) seperti dilansir ANTARA.

Tony menjelaskan bahwa tambang Kucing Liar nantinya akan menggantikan tambang Deep Mill Level Zone (DMLZ) yang mengalami penurunan produksi.

Dikutip dari laman resmi PT Freeport Indonesia, tambang bawah tanah Kucing Liar diperkirakan akan menghasilkan lebih dari 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas selama periode 2029 hingga akhir 2041.

Pada tingkat operasi penuh, produksi tahunan dari tambang bawah tanah Kucing Liar diperkirakan mencapai sekitar 560 juta pon tembaga dan 520 ribu ons emas.

Dalam RDP sebelumnya, Tony mengungkapkan mulanya tambang bawah tanah Kucing Liar direncanakan mulai beroperasi pada 2028. Akan tetapi, insiden longsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), Mimika, Papua Tengah, pada 8 September 2025, menyebabkan rencana tersebut mengalami penundaan.

Freeport Indonesia telah memulai kegiatan pengembangan tambang jangka panjang untuk Kucing Liar pada Oktober 2021. Perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Freeport setelah 2041 ditargetkan akan memperpanjang umur proyek tersebut. (Redaksi)