Harga Air Galon Akhirnya Turun Rp7 Ribu
Rapat bersama Disperindag Mimika bersama Aspda Mimika, Jumat (28/1/2022) di ruang rapat Disperindag.    Foto: Anti/Papua60detik
Rapat bersama Disperindag Mimika bersama Aspda Mimika, Jumat (28/1/2022) di ruang rapat Disperindag. Foto: Anti/Papua60detik

Papua60detik - Setelah melalui perundingan yang begitu alot bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika,  Asosiasi Pengusaha Depot Air Minum (Aspada) Mimika akhirnya setuju menurunkan harga air galon jadi Rp7 ribu per galon.

Keputusan ini disepakati dalam dalam rapat, Jumat (28/1/2022) di ruang rapat Disperindag Mimika yang dipimpin Kadispendag, Petrus Paliamba didampingi Kabid Perdagangan, Selfina Pappang.

Usulan harga Rp7 ribu ini diusulkan Petrus Paliamba karena pertimbangan harga Rp8 ribu yang diputuskan Aspada mendapat protes dari masyarakat karena dianggap kemahalan.

Namun meski menyetujui usulan harga ini, Aspada yang diketuai  Huzein memberikan catatan yakni meminta pemerintah membuat MoU pengawasan agar harga yang disepakati ini tidak lagi dipermainkan pengusaha lain di lapangan. Misalnya ada yang seenaknya menaikan atau justru menurunkan harga.

“Karena dengan adanya MoU ini pengusaha takut. Tidak ada lagi main kucing-kucingan karena inilah yang selama ini terjadi, tapi kalau sudah ada MoU yang mengatur akan memberikan sanksi bagi yang melanggar, maka mereka akan takut,” katanya.

Selain pengawasan harga, dalam MoU yang diusulkan Aspada juga mengatur higienitas dan sanitasi semua depot air minum. Termasuk pengawasan perizinan karena dari 235 anggota Aspada masih ada sekitar 50 persen yang belum memiliki izin operasional dari dinas terkait.

Saran ini disambut baik Disperindag, namun draft MoU yang telah disiapkan Aspada belum bisa ditandatangani Disperindag karena masih harus dipelajari.

“Silakan draftnya kasih ke kami dulu. Nanti kami pelajari baik karena kami tidak bisa sembarang mengambil keputusan,” jelas Kabid Perdagangan, Selfina.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas kelapangdadaan Aspada yang mau menerima usulan pemerintah. Menurutnya ini adalah keputusan untuk kebaikan masyarakat, bukan untuk kepentingan pemerintah.

“Kami atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Aspada. Dengan adanya komunikasi kita sehingga menerbitkan keputusan terbaik untuk masyarakat,” tuturnya.

Ia berpesan dengan adanya keputusan ini, semua anggota Aspada bisa tetap menjaga kualitas dan jangan ada yang mempermainkan harga. (Anti)