Harga Elpiji di Timika Naik Fantastis, Ini Penjelasan Disperindag
Papua60detik - Harga elpiji di Kabupaten Mimika mengalami peningkatan yang tidak biasa.
Tabung elpiji ukuran 12 kg yang sebelumnya Rp240 ribu kini sudah tembus Rp285 sampai Rp290 ribu. Sementara elpiji ukuran 5,5 kg yang sebelumnya Rp125 ribu kini sudah Rp150 ribu.
Dari pengakuan beberapa penjual yang ditemui Papua60detik.id, Selasa (16/11/2021) kenaikan ini sudah terjadi sejak beberapa hari lalu.
Mereka mengaku kenaikannya bukan karena harga gas elpiji yang naik, tetapi karena ongkos pengiriman dari Makassar yang naik, sehingga mau tidak mau harga elpiji harus mereka naikkan.
“Jadi buka gas yang naik, tapi pengiriman yang naik. Biaya kontainer yang naik,” kata Sila seorang pedagang di Jalan Ki Hajar Dewantara.
Namun ia tidak tahu jelas berapa dan mengapa ongkos kontainer mengalami kenaikan.
“Yang saya tahu memang naik. Saya kurang tahu pasti berapa, tapi kenaikan ini terjadi di semua pedagang di Mimika,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Petrus Pali Amba membenarkan kenaikan harga gas elpiji ini terjadi karena ongkos kontainer dari Makassar naik.
Kenaikan ongkos kontener pun tidak main-main yakni 150 persen atau Rp20 juta dari sebelumnya hanya Rp8 juta.
“LPG mulai naik sejak naiknya biaya transportasi dari Makassar. Dulunya 8 juta dan sekarang sudah 20 juta,” katanya saat ditemui di Hotel Serayu Timika.
Namun Petrus tidak menjelaskan kapan dan mengapa biaya transportasi mengalami peningkatan.
Menyadari ini sangat meresahkan masyarakat, ia mengundang semua distributor untuk membahas persoalan ini.
“Hari ini kita bertemu dan akan memutuskan berapa harga elpiji yang kita berlakukan di Mimika untuk saat ini,” tutupnya. (Anti Patabang)