Harga Minyak Goreng Melambung
Minyak goreng.    Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Minyak goreng. Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Setelah mengeluhkan harga gas elpiji, masyarakat Mimika kini juga mengeluhkan kenaikan minyak goreng. Kenaikannya bukan hanya terjadi di Mimika saja tetapi seluruh wilayah di Indonesia.

Dari hasil penelusuran Papua60detik.id di beberapa toko di Kota Timika ditemukan harga minyak goreng rata-rata Rp20 ribu per liter dari sebelumnya Rp17 ribu. Tapi di Pasar Sentral Timika, harganya justru lebih tinggi lagi yakni Rp25 ribu per liter.

“Dulu kita jualnya Rp20 ribu sekarang Rp25 ribu per liter,” kata Kaslan seorang pedagang di Pasar Sentral Timika.

Sebagian besar masyarakat mengatakan  jika kenaikan harga minyak goreng sangat jarang terjadi. Sehingga mereka pun heran dengan kenaikannya kali ini. Apalagi Indonesia adalah salah satu negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia.

“Yang biasanya naik itu kan gula atau bumbu-bumbu dapur lainnya. Kalau minyak goreng kayaknya tidak pernah deh,” kata Juwita seorang pengunjung di salah satu toko di Jalan Yos Sudarso. 

Kenaikan harga minyak goreng ini sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Apa penyebabnya para pedagang tidak mengetahuinya.

“Kita tidak tahu kenapa, tapi ini kita ambilnya memang sudah naik,” kata Mina seorang pedagang.

Mekansir Tempo, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan ada dua penyebab utama kenaikan minyak goreng.

Pertama, karena gejala global akibat pasokan bahan baku untuk minyak nabati dunia ini menurun.

Kedua, dari sisi internal Indonesia, entitas produsen minyak goreng di Indonesia belum terafiliasi dengan kebun sawit penghasil CPO. Maka produsen minyak goreng sangat tergantung pada harga CPO global.

“Karena itu, ketika harga minyak sawit mentah melonjak, harga minyak goreng curah dan kemasan sederhana ikut meningkat tajam,” jelasnya. (Anti Patabang)