Harga Sapi Kurban Tembus Rp34 Juta Per Ekor
Papua60Detik - Pengusaha sapi ternak di Timika memastikan jumlah hewan kurban menurun drastis tahun ini.
Jumlah hewan kurban diperkirakan hanya menyentuh angka 300 ekor secara keseluruhan, turun dibanding tahun lalu yang mencapai lebih dari 350 ekor.
"Tahun ini kami datangkan dari Merauke, atas seizin dari dinas," ujarnya saat ditemui di kandang sapi miliknya di SP 1, Rabu (6/7/2022).
Ia memastikan sapi tersebut berasal dari "daerah hijau" atau bebas dari kemungkinan tertular Penyakit Mulut dan Kuku.
"Kita hanya diizinkan mendatangkan sapi dari Papua. Bukan dari Maluku. Itu yang diizinkan dari Provinsi maupun dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mimika," ungkapnya.
Ia menyebut, dari 220 sapi miliknya baru terserap setengahnya atau 110 sapi. Harga jual sapi yang didagangkannya berkisar Rp25 sampai Rp34 juta.
Selain itu ia sendiri mengaku tidak mendatangkan kambing karena harganya yang cukup mahal berkisar Rp5 sampai Rp9 juta.
Mengenai hal ini, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, drh Sabelina Fitriani menyatakan kurangnya hewan kurban yang ada dikarenakan adanya Penyakit Mulut dan Kuku sehingga berdampak juga kepada pembatasan wilayah untuk mendatangkan ternak kurban baik sapi dan kambing.
"Semua ternak harus didatangkan dari Papua dan Papua Barat sesuai arahan dari Provinsi sehingga tidak ada lagi yang datang dari luar Papua," katanya.
Kurangnya daya beli masyarakat dinilainya disebabkan oleh belum normalnya perekonomian masyarakat pasca pandemi Covid-19.
"Yang memasukkan sapi dari luar ini hanya satu (pengusaha) itu totalnya 220. Kemudian ditambah pengusaha lokal ada 50 sapi ditambah peternak lokal yang menjual sapi dalam jumlah sedikit itu mungkin sekitar 20 sampai 30. Jadi totalnya untuk tahun ini diprediksikan hanya 300 ekor," terangnya.
Ia menyatakan seharusnya jumlah ternak yang masuk berkisar 400 ekor tetapi ada kendala yakni tidak bisa berangkat karena cuaca yang mengakibatkan kapal tidak bisa keluar dari Merauke.
"Tadinya masih ada trip lagi. Karena cuaca jadi cuma satu kali ini saja," tutupnya. (Rachmat Julaini)