HUT ke-57 PT Freeport, 1.066 Warga Dapat Pelayanan Kesehatan Mata & Operasi Katarak Gratis
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, saat meninjau pelayanan kesehatan mata dan operasi katarak di RSMM, Jumat (5/4/2024) Foto: Faris/Papua60detik
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, saat meninjau pelayanan kesehatan mata dan operasi katarak di RSMM, Jumat (5/4/2024) Foto: Faris/Papua60detik

Papua60detik - Menyambut HUT ke-57, PT Freeport Indonesia (PTFI) bakti sosial berupa pelayanan kesehatan mata dan operasi katarak gratis bagi warga Mimika di wilayah pegunungan, kota sampai ke pesisir.

Dalam bakti sosial ini sebanyak 1.066 warga mendapat layanan pengobatan mata. 52 warga mendapat layanan operasi katarak dan lebih dari 500 yang mendapat bantuan kacamata penglihatan gratis.

Kesehatan, kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, adalah pilar utama investasi sosial PTFI.

“Dari dari total 1.066 warga yang menerima pelayanan kesehatan mata 40 persennya adalah 7 suku Amungme, Kamoro dan 5 suku kekerabatan lainya. 60 persennya non 7 suku bahkan lebih dari 50 persennya non Papua yang berdomisili di Kabupaten Mimika,” kata Tony saat menghadiri pelayanan kesehatan mata dan operasi katarak di RSMM, Jumat (5/4/2024)

Tony mengingatkan pentingnya kesehatan dan pendidikan. Dua sektor ini saling menunjang. Kesehatan mata misalnya, membantu meningkatkan produktivitas kerja dan aktivitas sehari-hari.

"Semoga semua berjalan baik sehingga masyarakat yang diobati bisa kembali melihat dan melakukan aktivitas normal kembali," harapnya.

Ia memastikan PTFI akan terus bermanfaat untuk bangsa dan negara terkhusus untuk masyarakat diareal penambangan.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Asisten III Setda Mimika Anance Humbore memberikan apresiasinya kepada PTFI atas terselenggaranya pelayanan kesehatan mata bagi masyarkat Kabupaten Mimika.

Ia juga mengatakan keberadaan PTFI sudah terbukti sangat membantu pemerintah daerah dalam pelayanan kesehatan kepada masyarkat. 

Untuk menyukseskan bakti sosial ini, PTFI bekerjasama dengan PT Pangansari Utama, Pemda Mimika, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dan berbagai pihak terkait . (Faris)