Ini Alasan Warga Palang Akses Masuk Sekretariat PB PON Klaster Mimika
Proses mediasi warga yang sempat memalang akses jalan masuk sekretariat PB PON XX Papua Sub Mimika pada Kamis (2/9/2021) pagi. Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik
Proses mediasi warga yang sempat memalang akses jalan masuk sekretariat PB PON XX Papua Sub Mimika pada Kamis (2/9/2021) pagi. Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik

Papua60detik - Sekelompok warga yang sempat memalang akses jalan masuk sekretariat PB PON XX Papua Klaster Mimika di SP5 menuntut keadilan dari Pemkab.

Mewakili warga, Stevanus Sany mengaku, warga sekitar telah membangun akses jalan lebih dulu secara swadaya.

Di tahun 2007 hingga 2009, warga telah melakukan penimbunan di akses jalan tanpa bantuan alat berat pemerintah. 

"Saya mau Pemerintah terapkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jangan karena dengan alasan untuk kepentingan PON, lalu abaikan hak saya. Pemerintah punyai kewajiban untuk dengar keluhan masyarakat. Pemalangan ini saya lakukan sebagai bentuk pengaduan saya. Ke siapa lagi saya mengadu kalau bukan ke Pemerintah?," katanya usai mediasi di Polsek Mimika Baru, Kamis (2/9/2021) siang.

Ia mengaku tidak menghalangi pembangunan ataupun pelaksanaan PON yang ia tahu adalah agenda nasional. Namun, pemerintah perlu menjalin komunikasi dan sosialisasi yang baik kepada masyarakat.

Dinas PUPR Mimika yang saat ini sementara melakukan proyek pengerjaan jalan menurut warga bak 'masuk rumah orang tanpa permisi'.

Stefanus merasa pemerintah mengabaikan warga yang telah bersusah payah menimbun material pasir sebanyak 278 ret di atas jalan dengan panjang 455 meter dan lebar 6 meter tersebut.

"Itu saya ratakan dengan tenaga dan uang  saya sendiri, tenaga sendiri hanya dibantu skop tanpa alat berat. Makanya saya tuntut supaya Pemkab hargai itu. Pemkab kerjakan itu dengan uang negara lalu bagaimana dengan kerugian saya?," katanya.

Ia juga menyayangkan proyek pembangunan jalan oleh PUPR yang hanya dilakukan sampai depan Sekretariat Sub PB PON, tak sampai di depan rumah warga.

Terkait hal itu, Kepala Dinas PUPR Mimika, Robert Mayaut mengatakan, jalan tersebut merupakan jalan umum yang perlu ditingkatkan.

Tapi katanya, anggarannya terbatas sehingga pengerjaan hanya dilakukan hingga sekretariat Sub PB PON XX.

"Harusnya masyarakat bersyukur itu. Dari panjang lima ratusan meter, kita baru kerjakan sekitar dua ratusan meter. Bukan semata-mata karena untuk kepentingan PON. Kita akan lanjutkan pekerjaan itu secara keseluruhan, tapi bukan sekarang. Dan warga harus dukung itu," ujarnya. (Salmawati Bakri)