Ini Penyebab Kuota Pupuk Petani Merauke Berkurang
Bupati Merauke, Romanus Mbaraka bersama Menteri Pertanian meninjau lahan pertanian di Merauke beberapa waktu lalu. Foto: Eman Riberu/ Papua60detik
Bupati Merauke, Romanus Mbaraka bersama Menteri Pertanian meninjau lahan pertanian di Merauke beberapa waktu lalu. Foto: Eman Riberu/ Papua60detik

Papua60detik — Kuota pupuk untuk petani Merauke, Papua di tahun 2022 dikurangi jumlahnya oleh Kementerian Pertanian, dari 11.000 ton pada 2021 menjadi 9.786 ton pada tahun ini.

Pengurangan kuota pupuk subsidi tersebut disebabkan penyerapan yang tidak maksimal dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, negara pengekspor seperti Jepang dan China tidak lagi mengekspor pupuk ke Indonesia.

“Karena alasan kedua ini, Indonesia sebagai pemakai pupuk terbesar di dunia berhati-hati dalam menyalurkan ke semua daerah,” kata Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, Rabu (12/1/2022).

Ia menjelaskan, sebenarnya petani Merauke mendapatkan jatah pupuk subsidi paling banyak untuk wilayah Papua. Hal ini disebabkan peningkatan luasan lahan setiap tahunnya.

“Kalau mau dilihat dari luasan lahan, jatah Merauke cukup banyak di Papua. Hanya pemerintah berhati-hati mendistribusikan karena alasan tadi,” ujarnya.

Guna mengatasi persoalan dimaksud, pemerintah daerah akan mengalokasikan anggaran APBD 2022 untuk pembelian pupuk untuk mencukupi kebutuhan petani Merauke.

“Kita akan mengambil langkah dengan mengalokasikan dana dari APBD untuk pembelian pupuk. Cukup banyak petani yang kurang mampu, sehingga perlu diperhatikan serius,” tandasnya. (Eman Riberu)