Ini Upaya Disnakeswan Bangkitkan Peternak Babi Pasca ASF
Sosialisasi penanganan pasca ASF Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Mimika. Foto; Dok/Papua60detik
Sosialisasi penanganan pasca ASF Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Mimika. Foto; Dok/Papua60detik

Papua60detik - Puluhan peternak babi menghadiri sosialisasi penanganan pasca ASF Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Mimika. 

Sebagai informasi, setelah dilanda wabah ASF, diperkirakan sudah 12.574 ekor babi mati masih terus berlangsung hingga saat ini.

Drh Yetty Herviyanti hadir sebagai pemateri, mengungkapkan, sosialisasi ini adalah upaya untuk mengedukasi para peternak hewan babi terkait pencegahan dan penularan virus ASF yang baru-baru ini menimpa mereka. 

"Kami kumpulkan beberapa peternak untuk datang ke sini. Selain memberikan ilmu dasar, kami juga memberitahukan apa yang harus mereka lakukan setelah jatuhnya peternakan babi di Timika," ujar Drh Yetty usai sosialisasi, Selasa (03/09/2024). 

Ia menyebut, ASF adalah penyakit yang timbul mendadak dan mematikan. Satu dua hari tiba-tiba babi mati. Oleh karena itu, katanya, sangat perlu dilakukan bio security. 

"Ini yang terus kita ingatkan. Bio security harus ditingkatkan karena kita belum menemukan vaksinnya. Sementara ini obat yang kita kasih adalah penguatan anti body," tambahnya. 

Sementara menurut Kepala Seksi Pembibitan Disnakeswan Mimika, Yordan Ola, kematian babi tidak seheboh awal-awal tahun. Populasi babi makin sedikit, kematiannya sudah tidak terlalu booming. Penguburan juga dilakukan secara personal atau pribadi.

"Kami berharap peternak ini menjadi perwakilan sebagian kecil dari peternak babi. Mereka menjadi corong dari dinas untuk menyampaikan dan menyebarluaskan informasi yang telah disampaikan dinas," tambahnya. 

Ia berharap, populasi hewan babi ini segera pulih. Apalagi peternakan babi adalah salah satu komodity unggulan terkait ekonomi,sosial dan budaya.

"Kita tidak bisa menganjurkan peternak ini merelokasi. Karena merelokasi berarti membuat kandang baru di tanah yang baru. Maka ada langkah- langkah yang kita ambil untuk memulihkan pemeliharaan di kandang sebelumnya," terangnya. 

Selain melakukan restoking, Yordan mengatakan sangat perlu untuk menjalin komunikasi atau sharing dengan para peternak babi di daerah lain yang terdampak namun mampu bangkit lagi dalam kurun waktu 4 bulan. (Martha)