Inseminasi Buatan Mulai Diminati Peternak Babi Mimika
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika Yosefin Sampelino. Foto: Fachruddin Aji
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika Yosefin Sampelino. Foto: Fachruddin Aji

Papua60detik - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika Yosefin Sampelino mengklaim teknik Inseminasi Buatan (IB) khususnya untuk babi saat ini banyak digandrungi oleh peternak.

Menurutnya, itu menjadi pertanda positif bagi perkembangan peternakan babi di Mimika.

Alasan perkawinan melalui IB disukai oleh peternak karena bibit yang disuntikan lebih bagus serta jumlah persediaan straw semen yang melimpah.

"Peternak khususnya masyarakat asli Papua itu suka menggunakan IB karena warnanya kan bisa milih seumpama mau hitam gitu bisa, karena dapat dilihat dari genetiknya," katanya, Jumat (26/02/2021).

Lanjutnya, peternak mulai beralih ke perkawinan IB juga didasari mahalnya perkawinan alami serta minimnya jumlah ternak yang dapat dikawinkan dalam sekali kawin.

"Kalau kawin alamiah dianggap kurang menguntungkan karena jika peternak mau mengawinkan dengan pejantan yang bagus maka harus memberikan satu anak hasil perkawinan tersebut ke pemilik pejantan," ungkapnya.

Dalam proses IB, peternak harus mengetahui siklus birahi ternaknya agar penyuntikan dapat dilakukan di saat yang tepat.

Yosefin mengatakan, IB paling ideal dilakukan pada saat birahi hari kedua. Jika telat, biasanya anak yang dihasilkan berkurang.

Peternak pun perlu memperhatikan kesehatan organ reproduksi induk babi. Menurutnya, induk yang sudah sering melahirkan harus melalui pemeriksaan oleh tenaga kesehatan hewan terlebih dahulu.

"Babi itu juga ada masalah organ reproduksi, seperti keputihan atau masalah lainnya" ujarnya.

Yosefine menambahkan IB bisa meningkatkan populasi ternak babi karena prosesnya yang mudah dan hasilnya yang berkualitas. (Fachruddin Aji)