Janji Pelayanan Lebih Baik, RSUD Mimika Launching Program Spektakuler
Papua60detik - RSUD Mimika launching program spektakuler rumah sakit, Jumat (1/11/2024). Program ini merupakan strategi peningkatan pelayanan dan tata kelola rumah sakit melalui pengembangan sistem informasi manajemen rumah sakit terintegrasi.
Direktur RSUD) Mimika, dr Anton menjelaskan, ada dua output yang dihasilkan pada implementasi program spektakuler jangka pendek yaitu peraturan bupati dan desain SimRS.
SimRS adalah sistem teknologi informasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh modul-modul dan aplikasi baik di rumah sakit maupun dengan mitra RSUD.
Penerapan yang sudah berjalan beberapa di antaranya rekam medis elektronik, bridging dengan data BPJS, terintegrasi dengan satu sehat, begitu juga sudah terintegrasi dengan aplikasi Atmost.
"Aplikasi Atmost itu adalah aplikasi untuk memonitor kedisiplinan pegawai yang mana akan diabsen melalui HP dan sudah dikunci dengan radius tertentu. Kami akan terus memonitor dan evaluasi implementasi program spektakuler rumah sakit agar dapat mencapai target dan tujuannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujar Anton saat diwawancarai.
Anton mengungkapkan, SimRS sudah diimplementasikan sejak Mei 2024 , mulai dari embangunan jaringan dan ujicoba beberapa aplikasi seperti : sipoli, penerapan RME dan Atmost, begitu juga bridging data dengan bpjs kesehatan dan satu sehat.
"Ke depannya melalui program Spektakuler Rumah Sakit, SimRS ini akan kita kembangkan dengan mengintegrasikan aplikasi yg ada di RSUD dan juga dengan stakeholder eksternal," katanya.
Ia menjelaskan, ada perubahan signifikan dalam program yang baru ini terutama pada waktu tunggu pasien yang semakin cepat, karena pasien tidak manunggu lagi status secara manual. Demikian juga saat mendaftar, data pasien sudah ada di poli yang dituju.
Pj Bupati Mimika, Valentinus S Sumito menyebut perubahan sistem ini tujuannya memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat. Menurutnya, perubahan sistem ini sudah dipikirkan dari awal terkait penggunaannya oleh masyarakat.
"Nanti ada petugas yang akan mendampingi dan memandu. Karena kita ketahui bersama, tidak semua masyarakat kita yang mau mendapatkan pelayanan mengerti sistem tersebut. Jadi teman-teman di sini yang akan memandu mempercepat proses tersebut," pungkasnya. (Martha)